
TUGUJOGJA– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya menghidupkan kembali pembangunan ruas jalan vital Simpang Kepek–Ngobaran yang sudah delapan tahun mandeg sejak pertama kali berjalan pada 2017.
Ruas ini menjadi jalur strategis yang langsung menghubungkan pusat aktivitas warga dengan kawasan wisata Pantai Ngobaran, sehingga percepatan pembangunan sangat penting untuk mobilitas dan ekonomi wilayah selatan.
Pembangunan Jalan Menuju Pantai Ngobaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan yang berjalan kali ini mencakup ruas sepanjang 800 meter yang melintasi Kalurahan Kepek dan Kanigoro.
“Saat ini, pembangunan ruas sepanjang 800 meter kita jalankan melalui dukungan Inpres yang telah kita ajukan ke Pusat,” tegas Rakhmadian.
Ia menyampaikan, jalur tersebut masih membutuhkan penanganan lanjutan sepanjang 3,5 kilometer agar benar-benar tersambung mulus hingga kawasan wisata Pantai Ngobaran.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap Pemerintah Pusat kembali menyetujui usulan lanjutan Inpres di tahun depan.
Sebagai wujud dukungan Pemerintah Pusat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY ikut turun tangan.
Kepala Bidang Preservasi 2, Aris Rudianto Nugroho, menjelaskan bahwa proyek lanjutan jalan menuju Ngobaran ini masuk dalam program Inpres Jalan Daerah.
Aris menyampaikan bahwa aktivitas alat berat kini semakin intens di lapangan karena pembangunan sudah berjalan dengan alokasi anggaran Rp27,7 miliar. Proyek ini ditargetkan tuntas pada 31 Desember 2025.
“Pembangunan tidak hanya fokus pada jalan, tetapi juga drainase dan pemerataan. Ruas ini membelah kawasan bukit karst sehingga membutuhkan penanganan teknis yang detail,” jelas Aris.
Ia menambahkan bahwa pembangunan drainase menjadi prioritas penting untuk mencegah genangan yang kerap melanda jalur tersebut saat musim hujan tiba.
Bupati Gunungkidul Soroti Limbah Galian C dan Tekankan Koordinasi
Senin (17/11/2025), Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan monitoring langsung ke lokasi proyek sebelum menghadiri kegiatan sosialisasi pembangunan yang digelar DPUPRKP di Balai Kalurahan Kanigoro.
Di hadapan lurah, pelaksana proyek, dan masyarakat, Bupati Endah menyoroti volume limbah galian C yang cukup besar selama proses pengerjaan berlangsung.
Ia menekankan perlunya koordinasi intensif agar pembuangan material galian tidak menimbulkan persoalan baru.
“Limbah galian per hari itu cukup besar. Selama pembangunan alat berat akan terus berlalu-lalang dan ini berpotensi merusak aspal. Mereka juga membutuhkan lokasi pembuangan karena materialnya tidak boleh dijual meskipun banyak pihak yang membutuhkan,” ujar Bupati Endah.
Ia meminta lurah dan semua pihak terkait untuk segera menyusun mekanisme penanganan limbah galian. Jadi, hal itu tidak mengganggu lingkungan maupun aktivitas warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Endah menyampaikan apresiasi kepada BBPJN Jawa Tengah–DIY. Mereka telah membantu melalui Inpres sehingga pembangunan ruas Simpang Kepek–Ngobaran dapat kembali berjalan.
“Harapannya tentu di tahun depan dapat diteruskan lagi melalui Instruksi Presiden. Ruas Simpang Kepek–Ngobaran ini bukan hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka ruang peluang ekonomi, pariwisata, peningkatan distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta menguatkan konektivitas wilayah selatan,” tegasnya. (ef linangkung)