
KabarJawa.com– Arus wisatawan ke Kabupaten Bantul selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih menunjukkan geliat, meski jumlah kunjungan mengalami penurunan signifikan daripada tahun sebelumnya.
Selama delapan hari masa libur, terhitung sejak 20 hingga 28 Desember, sebanyak 61.813 wisatawan tercatat berlibur ke berbagai destinasi wisata di Bantul.
Jumlah Wisatawan Nataru Bantul
Kepala Seksi Promosi Data dan Informasi Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi pengunjung yang masuk melalui seluruh pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul hingga pukul 19.00 WIB.
“Selama delapan hari libur Nataru, kami mencatat total 61.813 wisatawan berkunjung ke Bantul melalui seluruh pintu TPR yang kami kelola,” ujar Markus.
Meski angka kunjungan tersebut tergolong besar, Dinas Pariwisata mencatat adanya penurunan sekitar 33 persen daripada periode yang sama pada musim libur Nataru tahun lalu.
Penurunan ini menjadi sorotan serius bagi pemerintah daerah, mengingat sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Bantul.
Markus menjelaskan bahwa beberapa faktor memengaruhi menurunnya animo masyarakat untuk berlibur ke Bantul.
Ia menegaskan bahwa meskipun aksesibilitas menuju Bantul kini semakin mudah, kondisi tersebut belum mampu mendorong peningkatan jumlah wisatawan secara signifikan.
“Tidak adanya destinasi wisata baru menjadi salah satu faktor. Selain itu, daya beli masyarakat masih menurun dan kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk berwisata,” jelasnya.
Selain faktor ekonomi, cuaca ekstrem juga memberikan dampak besar terhadap kunjungan wisatawan.
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Bantul bagian selatan mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir di sejumlah titik.
Hal tersebut mengurangi minat wisatawan untuk berlibur, khususnya ke kawasan pantai.
Destinasi Favorit
Meski demikian, sejumlah destinasi unggulan tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan. Pantai Parangtritis masih menduduki posisi teratas sebagai destinasi favorit yang paling banyak dikunjungi selama libur Nataru.
Pantai ikonik tersebut terus menarik wisatawan berkat panorama alamnya yang khas dan kedekatannya dengan Kota Yogyakarta.
Namun, di balik tingginya minat wisatawan ke kawasan pantai, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Saryadi menegaskan bahwa bahaya arus balik atau rip current masih mengintai di sepanjang pantai selatan Bantul.
“Kami mengimbau wisatawan agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, mematuhi rambu-rambu keselamatan, dan tidak berenang di zona berbahaya karena ancaman rip current sangat nyata,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta wisatawan untuk terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa liburan.
Ia mengingatkan agar wisatawan selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengutamakan keselamatan selama berwisata.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap sektor pariwisata dapat kembali bangkit secara bertahap seiring membaiknya kondisi ekonomi dan cuaca.
Dinas Pariwisata juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan potensi wisata. Jadi, Bantul tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan di masa mendatang. (ef linangkung)