PAD Pariwisata Gunungkidul 2025 Masih Tertinggal, Dispar Pasang Target 500 Ribu Wisatawan saat Libur Nataru

Bagikan :
PAD Pariwisata Gunungkidul 2025/Foto: Freepik

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berpacu dengan waktu untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tahun 2025.

Hingga menjelang akhir tahun, realisasi PAD pariwisata belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Di tengah tantangan tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memasang target ambisius dengan membidik kunjungan 500 ribu wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Target besar tersebut menjadi harapan terakhir untuk mendongkrak pemasukan daerah sekaligus menutup kekurangan capaian PAD yang masih tertinggal.

Sektor pariwisata kembali memegang peran vital sebagai tulang punggung pendapatan daerah, terutama pada momentum libur panjang akhir tahun.

Target Kunjungan Selaras dengan Target PAD Pariwisata Gunungkidul 2025

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, menyampaikan bahwa target 500 ribu wisatawan sejalan dengan target PAD pariwisata tahun 2025 sebesar Rp 33,5 miliar.

Ia menegaskan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Nataru menjadi faktor kunci dalam pencapaian target tersebut.

“Dengan target 500 ribu pengunjung, kami berharap mampu mencapai target PAD pariwisata tahun 2025 sebesar Rp 33,5 miliar,” ujar Supriyanta pada Selasa (23/12/2025).

Baca juga  Belanja Wisatawan Gunungkidul Tembus Rp521 Ribu per Kunjungan, Lama Tinggal Masih jadi Pekerjaan Rumah Besar

Dispar Gunungkidul mengandalkan sejumlah destinasi unggulan, terutama wisata pantai dan wisata alam, yang selama ini menjadi magnet utama wisatawan lokal maupun luar daerah.

Meski target telah ditetapkan tinggi, Dispar Gunungkidul mengakui bahwa realisasi PAD hingga saat ini masih berada di bawah target.

Supriyanta mengungkapkan bahwa pendapatan yang berhasil dikumpulkan baru mencapai sekitar Rp 27 miliar.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga optimisme. Ia meyakini sisa waktu di akhir tahun, khususnya selama libur Natal dan Tahun Baru, mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan daerah.

“Kami tetap optimistis mampu memperoleh target sebesar Rp 33,5 miliar hingga akhir tahun,” tegasnya.

Optimisme tersebut didukung oleh tren peningkatan jumlah wisatawan yang mulai terlihat sejak pertengahan Desember.

Dispar Gunungkidul mencatat lonjakan kunjungan wisatawan menjelang libur panjang. Hingga 23 Desember 2025, lebih dari 78 ribu wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi wisata di wilayah Gunungkidul.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi Dispar untuk mengejar target kunjungan 500 ribu wisatawan selama periode Nataru.

Baca juga  Mahasiswa UGM Ajak Warga Sanden Sulap Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket Ramah Lingkungan

“Alhamdulillah, kami melihat peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir,” kata Supriyanta.

Peningkatan tersebut terjadi hampir di seluruh kawasan wisata, terutama di destinasi pantai selatan yang selalu menjadi favorit wisatawan saat libur panjang.

Dispar Pastikan Keamanan Destinasi Wisata Alam

Mengingat mayoritas destinasi wisata di Gunungkidul merupakan wisata alam, isu keamanan dan potensi bencana menjadi perhatian serius.

Supriyanta memastikan bahwa Dispar Gunungkidul telah mengambil langkah antisipatif dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Koordinasi tersebut bertujuan memastikan seluruh destinasi wisata berada dalam kondisi aman dan layak dikunjungi selama libur Nataru.

Dispar juga terus memantau kondisi cuaca dan situasi lapangan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.

“Gunungkidul sangat aman dari bencana. Wisatawan tidak perlu khawatir dengan isu-isu bencana alam,” jelasnya.

Selain mengejar target kunjungan, Dispar Gunungkidul juga menekankan pentingnya kenyamanan dan kepercayaan wisatawan.

Supriyanta mengimbau seluruh pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata agar tidak mematok tarif yang tidak wajar atau melebihi harga standar.

Baca juga  Wajah Baru Terminal Semin Hadirkan Fasilitas Rest Area Bus Wisata Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Ia menegaskan bahwa praktik tarif tidak wajar justru dapat merusak citra pariwisata Gunungkidul dalam jangka panjang.

Dispar juga mengajak wisatawan untuk mematuhi aturan yang berlaku, seperti memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan serta melakukan pembayaran secara non-tunai demi kelancaran dan transparansi transaksi.

“Kami mengimbau pengelola wisata agar tidak menarik tarif yang tidak wajar dan tetap menjaga kebersihan kawasan wisata,” ujarnya.

Libur Natal dan Tahun Baru kini menjadi momentum krusial bagi sektor pariwisata Gunungkidul.

Keberhasilan mendatangkan 500 ribu wisatawan tidak hanya menentukan tercapainya target PAD 2025, tetapi juga menjadi tolok ukur kebangkitan pariwisata Gunungkidul ke depan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid