
KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Bantul mempercepat penataan rute jeep wisata di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai bagian dari upaya restorasi zona inti seluas sekitar 141 hektare.
Penataan dilakukan karena sebagian jalur jeep wisata saat ini masih melintasi zona inti Gumuk Pasir, kawasan konservasi yang dinilai perlu dijaga dari aktivitas kendaraan bermotor demi menjaga proses alami pembentukan gumuk pasir.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan penataan rute menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sekaligus upaya menjaga kelestarian Gumuk Pasir Parangtritis.
“Selama ini rute jeep wisata Gumuk Pasir masih ada yang melintasi kawasan zona inti. Maka dari itu, penataan menjadi bagian penting, mengingat kami juga tengah menyusun pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) Bumi Projotamansari,” ujar Ari, Jumat (19/6/2026).
Libatkan Paguyuban Jeep Wisata
Pemkab Bantul telah melakukan sejumlah pertemuan dan survei lapangan bersama paguyuban jeep wisata untuk membahas skema penataan jalur yang akan diterapkan.
Menurut Ari, pemerintah ingin memastikan kebijakan yang diambil tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan pendapatan dari wisata jeep.
Saat ini terdapat ratusan unit jeep wisata yang beroperasi di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis dan menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di wilayah selatan Bantul.
Karena itu, proses penataan dilakukan melalui dialog dan pembahasan bersama para pelaku wisata.
Jalur Akan Dialihkan ke Sisi Timur dan Barat
Dalam skema yang sedang disiapkan, jalur jeep wisata direncanakan tidak lagi melintasi zona inti.
Rute kendaraan akan diarahkan ke sisi timur dan barat kawasan, sementara zona inti akan difungsikan kembali sebagai area konservasi.
Jika proses restorasi berjalan sesuai rencana, wisatawan nantinya tetap dapat menikmati kawasan inti Gumuk Pasir dengan berjalan kaki tanpa mengganggu proses alami pembentukan bentang alam tersebut.
Pemkab Bantul juga berencana melakukan uji coba penataan rute dalam waktu dekat sebelum kebijakan diterapkan secara penuh.
“Prinsip kita win-win solution. Kita cari jalan terbaiknya di mana. Nanti keputusannya akan diimplementasikan apakah rute yang kemarin sudah sesuai atau perlu dimodifikasi lagi,” kata Ari.
Menjaga Kelestarian Gumuk Pasir
Gumuk Pasir Parangtritis merupakan salah satu bentang alam unik yang keberadaannya relatif langka di Asia Tenggara.
Kawasan ini terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung dalam waktu panjang dan membutuhkan kondisi lingkungan yang stabil agar tetap berkembang secara alami.
Pemerintah daerah menilai aktivitas kendaraan yang terus melintasi zona inti berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem dan dinamika pembentukan gumuk pasir.
Karena itu, restorasi kawasan menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi konservasi sekaligus memastikan keberlanjutan pariwisata di wilayah selatan Bantul.
Penataan rute jeep wisata diharapkan dapat menjadi titik temu antara kepentingan pelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.