
KabarJawa.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan capaian signifikan dalam menjangkau masyarakat.
Hingga akhir Januari 2026, program nasional tersebut telah menyentuh lebih dari 127 ribu penerima manfaat. Namun, di balik capaian tersebut, tantangan masih membayangi karena lebih dari separuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum sepenuhnya beroperasi.
Data SPPG di Gunungkidul
Data terbaru mencatat, Kabupaten Gunungkidul memiliki total 105 titik SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 SPPG masih belum beroperasi secara optimal, baik karena belum aktif maupun masih berada dalam tahap persiapan. Kondisi ini menimbulkan perhatian serius karena SPPG menjadi ujung tombak pelaksanaan Program MBG di tingkat daerah.
Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Gunungkidul, Heri Prasetyo, memaparkan perkembangan Program MBG dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (28/1/2026).
Ia menyampaikan laporan berdasarkan ketentuan Pasal 43 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Heri Prasetyo menjelaskan bahwa dari 105 SPPG yang tercatat, sebanyak 66 SPPG telah memiliki Kepala SPPG. Keberadaan kepala satuan ini menjadi syarat penting untuk memastikan manajemen layanan gizi berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Di Gunungkidul terdapat 105 titik SPPG. Dari jumlah tersebut, 66 SPPG sudah memiliki Kepala SPPG,” ujar Heri Prasetyo di hadapan peserta rapat koordinasi.
Ia kemudian merinci kondisi operasional SPPG secara lebih detail. Sebanyak 53 SPPG telah beroperasi dan aktif menyalurkan layanan Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, 15 SPPG belum beroperasi sama sekali, dan 37 SPPG lainnya masih berada dalam tahap persiapan serta telah tercatat di portal mitra.
Ketimpangan tingkat operasional tersebut menunjukkan bahwa percepatan aktivasi SPPG masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Jumlah Penerima Manfaat MBG di Gunungkidul
Di sisi lain, capaian jumlah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Gunungkidul tergolong sangat besar. Total penerima manfaat mencapai 127.452 orang.
Angka tersebut terdiri atas 107.960 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, 8.132 orang dari kelompok B3, serta 11.360 tenaga pendidik dan kependidikan.
Jumlah tersebut menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah memainkan peran penting dalam mendukung peningkatan gizi anak sekolah, kelompok rentan, serta tenaga pendidik di wilayah Gunungkidul.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut tidak sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.
Salah satu rekomendasi utama ialah perlunya pendataan ulang serta pemetaan akses satuan pendidikan yang hingga kini belum terlayani Program MBG.
Sri Suhartanta juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan pangan bagi seluruh SPPG yang telah beroperasi.
Ia secara tegas menyatakan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan teknis, termasuk ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“SPPG yang sudah operasional wajib memenuhi standar keamanan pangan, termasuk ketersediaan IPAL,” tegas Sri Suhartanta.
Selain itu, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor demi menjamin keberlanjutan dan keamanan Program MBG. Menurutnya, seluruh elemen harus bergerak bersama, dari Satgas MBG, Tim Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), Tim Percepatan Penurunan Stunting, PKK, hingga Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan.
Sri Suhartanta menilai kolaborasi tersebut menjadi kunci utama agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan sinergi yang kuat serta percepatan operasional seluruh SPPG, pemerintah daerah berharap Program MBG mampu menjadi fondasi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat Kabupaten Gunungkidul secara berkelanjutan. (ef linangkung)