Bupati Gunungkidul Temukan Perbedaan Data Operasional Dapur Sehat, Langsung Kumpulkan Semua Kepala SPPG dan BGN

Bagikan :
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Suasana ruang rapat Pemkab Gunungkidul mendadak tegang ketika Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menemukan perbedaan data signifikan terkait jumlah dapur sehat yang beroperasi di wilayahnya.

Dalam rapat koordinasi bersama seluruh Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN), Bupati Endah secara tegas mengungkapkan keheranannya atas laporan yang tidak sinkron antara data lapangan dan data administratif.

Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari Permendagri Nomor 400 yang memandatkan koordinasi berjenjang antara Badan Gizi Nasional, Badan Gizi Provinsi, dan Kabupaten.

Perbedaan Data Operasional Dapur Sehat

Namun, di tengah pembahasan formal itu, Endah justru terkejut dengan perbedaan data operasional dapur sehat di Gunungkidul.

“Hasil rapat hari ini menunjukkan ada ketidaksesuaian data. Kami terkejut karena laporan yang masuk menyebutkan 44 dapur sudah operasional, padahal yang benar-benar beroperasi hanya 27. Bahkan ada empat yang ditutup,” ujar Endah, Jumat (31/10/2025) Petang.

Menurutnya, kesalahan data ini mengindikasikan kurangnya koordinasi antar level pelaksana, mulai dari kapanewon, kepala Puskesmas, lurah, hingga kepala UPTD yang bertanggung jawab langsung terhadap dapur sehat di wilayah masing-masing.

Baca juga  Tol Fungsional Yogyakarta–Bawen Picu Bangkitan Arus Lalu Lintas Lebaran 2026, Kakorlantas Siapkan Skema One Way dan Contraflow

Bupati menilai, kejadian ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar memperkuat sistem komunikasi dan pengawasan di tingkat bawah.

Ia bahkan menyebut bahwa ada aparat dari komando detasemen angkatan udara yang tak mengetahui adanya pembangunan dapur di area mereka. Hal ini mempertegas lemahnya koordinasi lintas instansi.

“Fakta di lapangan berbeda jauh dengan laporan yang kami terima. Bahkan ada laporan yang menyebut 104 ribu penerima manfaat dari 174 target, padahal realitasnya jauh di bawah angka itu,” tegasnya lagi.

Instruksi Bupati

Endah kemudian menginstruksikan agar seluruh pihak terkait segera memperbaiki pola koordinasi dan transparansi data.

Ia menegaskan, mulai pekan depan setiap kapanewon wajib menggelar rapat internal antara Kepala Puskesmas, Lurah, dan Tim Kelompok Kecamatan.

Dalam instruksinya, Bupati juga memerintahkan agar ada pembentukan grup komunikasi resmi. Grup akan memastikan setiap dapur sehat melaporkan menu harian, data penerima manfaat, serta catatan evaluasi gizi.

Langkah ini bertujuan agar setiap dapur dapat menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan secara langsung dan berkelanjutan.

Baca juga  Tuduhan Tuli di Medsos, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih Jawab Kritik Warga dengan Video Tegas

“Mulai minggu depan, semua harus rapat dua hari sekali. Kepala dapur wajib tahu jumlah penerima, jenis makanan yang disajikan, serta memastikan kebersihan dan standar gizi terpenuhi,” tuturnya.

Endah juga menyampaikan bahwa kejadian luar biasa seperti kasus keracunan massal di Saptosari menjadi pelajaran penting.

Semua pihak seharusnya tak lagi abai terhadap fungsi dasar dapur sehat, yakni menyediakan makanan bergizi dan aman bagi anak-anak sekolah.

Ia menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi peringatan keras agar kesalahan tak terulang. Endah bahkan mengaku telah menyiapkan tim khusus dari Pemerintah Daerah.

Tim khusus terebut akan memantau langsung kinerja dan kepatuhan dapur sehat di setiap wilayah.

“Saya tidak ingin kejadian ini hanya menjadi catatan di atas kertas. Kita akan turun langsung. Semua kepala SPPG dan BGN akan kami kumpulkan lagi untuk memastikan perubahan nyata di lapangan,” tegasnya.

Rapat yang berlangsung hampir dua jam itu berakhir dengan kesepakatan untuk melakukan sinkronisasi data ulang, membentuk tim pengawas terpadu, serta menjadwalkan rapat koordinasi rutin setiap pekan. (ef linangkung)

Baca juga  Sah! 78 CPNS Gunungkidul Dapatkan SK, Didorong Profesional dan Berintegritas

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya