
KabarJawa.com– Di tengah tantangan pembangunan desa dan kebutuhan infrastruktur, warga Padukuhan Trowono A, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menunjukkan bahwa perubahan besar dapat lahir dari langkah-langkah kecil.
Pada Selasa (9/6/2026), Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara resmi membuka kegiatan Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Paliyan Tahun 2026 yang berpusat di Padukuhan Trowono A.
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong yang akan berlangsung serentak di wilayah Kapanewon Paliyan.
Ratusan warga berkumpul bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyaksikan mulainya program yang menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Penantian Enam Tahun Berbuah Pembangunan
Perwakilan lurah se-Kapanewon Paliyan yang juga Lurah Karangasem, Sigit Purnomo, mengungkapkan bahwa pembangunan jalan di wilayah RT 01 atau RT Jurang bukanlah proses yang instan.
Warga telah menanti pembangunan jalan tersebut sejak tahun 2020. Selama bertahun-tahun mereka menghadapi berbagai keterbatasan akses, sembari berharap hadirnya pembangunan yang dapat meningkatkan keselamatan dan mobilitas masyarakat.
Alih-alih hanya menunggu bantuan pemerintah, warga memilih bergerak. Mereka mengumpulkan kekuatan dari lingkungan sendiri.
Sedikit demi sedikit, warga RT 01 membangun komitmen bersama untuk mendukung pembangunan jalan yang selama ini mereka dambakan.
Setiap hari, warga menyisihkan uang sebesar Rp2.000. Nominal tersebut mungkin terlihat kecil. Namun ketika berjalan secara konsisten dan bersama-sama, hasilnya menjadi luar biasa.
Dana swadaya yang terkumpul berhasil dikonversikan menjadi tambahan material pembangunan berupa sekitar 200 sak semen. Material tersebut kemudian digunakan untuk memperkuat pembangunan jalan yang kini mulai diwujudkan.
Semangat tersebut menjadi bukti nyata bahwa gotong royong tidak hanya hidup dalam slogan, tetapi juga hadir dalam tindakan konkret masyarakat.
Bagi masyarakat Trowono, jalan bukan sekadar sarana transportasi. Jalan tersebut memiliki fungsi yang jauh lebih penting.
Pemerintah kalurahan telah menetapkan jalur itu sebagai jalur evakuasi ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat mengancam wilayah Gunungkidul.
“Jalan ini telah kami tetapkan sebagai jalur evakuasi. Saat terjadi gempa, warga lari menuju lapangan melalui jalur ini,” ujar Sigit Purnomo.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa strategisnya pembangunan jalan tersebut bagi keselamatan masyarakat.
Infrastruktur tersebut bukan hanya mempermudah aktivitas ekonomi dan sosial warga, tetapi juga dapat menjadi penyelamat ketika situasi darurat terjadi.
Sambutan dalam Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Paliyan
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Trowono yang telah menunjukkan semangat kemandirian dan kebersamaan.
Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat Trowono merupakan contoh nyata implementasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Di hadapan warga yang memenuhi lokasi kegiatan, Endah mengutip ajaran Jenderal Sudirman dan Bung Karno mengenai pentingnya gotong royong sebagai kekuatan perjuangan dan sarana membangun kepentingan bersama.
Ia menilai semangat yang tumbuh di Trowono merupakan energi sosial yang harus terus dijaga dan ditularkan ke wilayah lain.
“Semangat dari Trowono ini harus menular ke seluruh padukuhan di wilayah Kapanewon Paliyan. Ini membuktikan bahwa kita bukan bangsa yang hanya pandai bicara, tapi bangsa yang sanggup membanting tulang demi masa depan anak cucu,” tegas Endah.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan tepuk tangan warga yang hadir. Mereka merasa perjuangan panjang selama ini akhirnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah.
Bupati Endah juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu pihak.
Ia menjelaskan bahwa program fisik maupun pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana berkat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kalurahan, serta masyarakat.
Menurutnya, kebijakan penganggaran yang disusun bersama DPRD memiliki peran penting dalam memastikan berbagai program pembangunan dapat menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Wakaf Tanah untuk PAUD
Di tengah rangkaian kegiatan, suasana mendadak berubah haru ketika panitia mengumumkan sebuah kabar yang mengundang rasa hormat seluruh peserta.
Seorang warga senior yang dikenal dengan nama Mbah Harto secara sukarela mewakafkan tanah miliknya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.
Tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kalurahan Karangasem.
Keputusan tersebut mendapat apresiasi luas karena menunjukkan kepedulian besar terhadap masa depan generasi penerus.
Di usia senjanya, Mbah Harto memilih meninggalkan warisan yang akan terus memberikan manfaat bagi anak-anak di wilayahnya. Langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa pembangunan tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui pengorbanan dan kepedulian terhadap pendidikan.
Selain melaporkan progres pembangunan infrastruktur, Lurah Karangasem juga menyampaikan berbagai capaian program pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa program pelayanan bagi lansia, ibu hamil, dan balita telah berjalan dengan baik melalui berbagai intervensi pemerintah kalurahan bersama pihak terkait.
Program-program tersebut berhasil meningkatkan kualitas layanan sosial dan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, Sigit Purnomo menyampaikan satu harapan penting kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Ia meminta perhatian lebih terhadap program pembinaan remaja agar generasi muda mendapatkan ruang yang positif untuk berkembang serta terhindar dari berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia agar kemajuan desa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Mulainya Kegiatan
Menjelang akhir acara, Bupati Gunungkidul secara resmi menyatakan mulainya kegiatan Kepyakan Gotong Royong Kapanewon Paliyan Tahun 2026.
Peresmian tersebut menjadi titik awal pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kerja bakti yang akan berjalan secara serentak di wilayah kapanewon.
Usai prosesi peresmian, para peserta langsung bergabung dalam aksi gotong royong bersama warga sebagai simbol mulainya kerja nyata di lapangan.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan DPRD Gunungkidul Ery Agustin, Kapolres Gunungkidul, Dandim 0730/Gunungkidul, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan instansi terkait, menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Kisah yang lahir dari Padukuhan Trowono A bukan sekadar cerita tentang pembangunan jalan.Di tengah berbagai tantangan pembangunan, warga Trowono membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar bangsa.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih mendoakan keberkahan atas setiap tenaga, pikiran, serta pengorbanan yang telah mereka curahkan demi kemajuan desa dan masa depan generasi mendatang. (ef linangkung)