100 Bulan tanpa Henti, Paskas DIY Berbagi Beras Bintang Lima untuk 6000 Penerima Manfaat

Bagikan :
Pelepasan rombongan relawan Paskas DIY oleh Bupati Gunungkidul, Minggu (15/06/2025). (Dok Pemkab Gunungkidul)

KABARJAWA – Di tengah berbagai dinamika sosial dan ekonomi, sebuah pasukan tanpa senjata justru melangkah senyap membawa harapan. Mereka bukan tentara, tapi mereka berseragam.

Mereka tidak membawa senapan, tapi mereka membawa karung-karung beras. Inilah Paskas DIY—Pasukan Amal Sholeh yang mengukir cerita kepedulian dalam diam, menyebar manfaat tanpa pamrih.

Pada Minggu, 15 Juni 2025, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. secara langsung melepas rombongan Paskas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.

Dalam momen haru dan sarat makna itu, puluhan relawan mulai bergerak menyebar kebaikan—menyalurkan bantuan beras super kualitas hotel bintang lima ke 65 pondok pesantren dan panti asuhan di wilayah Gunungkidul.

Bupati Endah berdiri tegak di hadapan pasukan relawan, menyampaikan apresiasi yang dalam terhadap konsistensi gerakan ini. Ia menyebut Paskas DIY bukan hanya pasukan amal, melainkan garda terdepan dalam membangun solidaritas dan semangat berbagi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bulan ini adalah bulan ke-100! Artinya, selama seratus bulan penuh tanpa putus, Paskas telah hadir menyalurkan kebaikan,” ujar Endah penuh bangga.

Baca juga  Pemda DIY Tegaskan Penanganan Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, 53 Anak Terdata sebagai Korban

Tidak main-main, aksi mulia ini menyasar sekitar 6.000 penerima manfaat. Anak-anak yatim, santri-santri penghafal Al-Qur’an, dan penghuni panti asuhan kini bisa menikmati semangkuk nasi hangat berkat uluran tangan para dermawan.

Beras Bintang Lima dari Hati Rakyat

Komandan Paskas DIY, Yudistira Wisnu, menjelaskan bahwa semua beras yang mereka salurkan berasal dari murni infaq masyarakat. Ia menyebut bahwa gerakan ini bukan program instansi, melainkan buah keikhlasan dari warga yang peduli sesama.

“Beras ini bukan bantuan pemerintah. Ini murni berasal dari infaq masyarakat. Ada yang berasal dari pedagang pantai di Gunungkidul, ada dari majelis taklim, dan ada dari warga biasa yang ingin berbagi,” tutur Yudistira tegas.

Setiap tanggal 1 hingga 25, para relawan mengumpulkan dana dari tangan-tangan dermawan. Di akhir bulan, mereka membeli beras berkualitas tinggi—setara dengan yang disajikan di hotel berbintang lima—untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Gerakan ini bukan sekadar logistik, tapi sebuah bentuk cinta yang dikemas dalam karung-karung harapan. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

Baca juga  Melihat Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani: Jalur Baru Sepanjang 11 Km Siap Dibuka Fungsional Lebaran 2026

Dalam sambutannya, Bupati Endah juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Gunungkidul untuk menguatkan budaya zakat, infak, dan sedekah. Ia percaya bahwa gerakan yang muncul dari akar rumput ini mampu menjadi kekuatan besar untuk menekan angka kemiskinan.

“Harapan kami, dengan semakin banyak warga yang tergerak untuk berzakat, berinfak, dan berbagi, targetnya tidak hanya mencukupi kebutuhan pondok pesantren, tetapi juga bisa membantu sesama. Dari kita, untuk kita, bersama atasi kemiskinan Gunungkidul,” tegasnya penuh semangat.

Yudistira pun menegaskan bahwa Paskas tidak akan berhenti. Mereka telah membuktikan konsistensi selama 100 bulan, dan akan terus bergerak selama masih ada yang membutuhkan.

Pasukan Tanpa Senjata yang Menaklukkan Kemiskinan

Paskas telah mengukir namanya dalam peta kemanusiaan DIY. Mereka menyalakan lilin-lilin harapan dalam gelapnya kesenjangan. Tanpa sorotan media besar, tanpa gembar-gembor panggung politik, mereka berjalan dengan diam—namun penuh arti.

Gerakan ini bukan sekadar distribusi beras. Ini adalah simbol bahwa kebaikan masih hidup di negeri ini. Bahwa di antara kesibukan dunia, masih ada mereka yang memikirkan nasib anak-anak yatim dan para santri.

Baca juga  May in Motion Hadirkan Deretan Event dan Program Belanja Meriah di Sleman City Hall Sepanjang Mei 2026

Gunungkidul patut berbangga. Di tanah yang dikenal dengan bukit karst dan keteguhan warganya, lahir pasukan relawan yang menjadikan beras sebagai peluru dan cinta sebagai senjata. Paskas, pasukan sederhana yang terus mengguncang dengan kebaikan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya