GUNUNGKIDUL, Kabar Jawa โ Tiga investor tengah menyiapkan pembangunan wisata buatan di sejumlah kawasan Gunungkidul. Rencana tersebut menyasar lokasi berbeda, mulai dari Kelok 23 di Kapanewon Purwosari, Pantai Baron, hingga kawasan Patuk.
Ibarbo Park membidik kawasan Kelok 23 di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari. Pemilik Celosia asal Semarang, Jawa Tengah, mengincar kawasan Pantai Baron. Sementara itu, pemilik Cimory memilih kawasan Kapanewon Patuk sebagai lokasi pengembangan wisata buatan.
Ketiga rencana investasi itu kini masih bergerak dalam jalur perizinan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun mulai melakukan koordinasi agar proses investasi tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, sejumlah titik di Gunungkidul akan mendapatkan wajah baru. Kawasan yang selama ini dikenal karena lanskap alamnya bakal bersanding dengan destinasi wisata buatan berskala cukup besar.
Namun, dari tiga rencana tersebut, Cimory di Patuk diperkirakan menjadi proyek yang lebih dahulu berdiri.
Ibarbo Park Siapkan Wahana Wisata di Dekat Kelok 23
Salah satu investor yang menunjukkan minat besar terhadap Gunungkidul ialah Ibarbo Park. Investor tersebut menyiapkan rencana pembangunan wahana wisata di dekat Kelok 23, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari. Mereka menyiapkan lahan seluas sekitar 12 hektare untuk proyek tersebut.
Lokasi itu menjadi salah satu kawasan yang memiliki daya tarik tersendiri. Kehadiran investasi wisata buatan nantinya akan menambah pilihan destinasi bagi wisatawan yang melintas di jalur tersebut.
Namun, Ibarbo masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum benar-benar menggerakkan pembangunan di lapangan. Pemerintah daerah masih melakukan koordinasi, termasuk terkait status lahan yang akan digunakan investor.
Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum pembangunan dapat berjalan. Pemerintah tidak hanya perlu memastikan rencana investasi sesuai tata ruang, tetapi juga harus memastikan seluruh persyaratan perizinan terpenuhi.
Dengan luas lahan mencapai 12 hektare, proyek Ibarbo Park berpotensi menjadi salah satu investasi wisata yang cukup besar di kawasan tersebut.
Taman Bunga Celosia Bidik Pantai Baron
Rencana investasi kedua datang dari pemilik Celosia asal Semarang, Jawa Tengah. Investor tersebut menyiapkan konsep wisata taman bunga di kawasan Pantai Baron. Mereka merencanakan pembangunan pada area seluas sekitar 15 hektare.
Luas lahan itu membuat rencana taman bunga tersebut menjadi salah satu proyek wisata buatan dengan cakupan lahan paling besar dari tiga investasi yang tengah diproses.
Kawasan Pantai Baron sendiri selama ini menjadi salah satu tujuan wisata yang dikenal wisatawan ketika berkunjung ke Gunungkidul.
Rencana pembangunan taman bunga akan membawa konsep wisata yang berbeda. Investor tidak sekadar mengandalkan panorama pantai, tetapi juga menyiapkan atraksi buatan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Meski demikian, pemerintah masih memproses berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana tersebut.
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul masih melakukan koordinasi mengenai rencana penggunaan lahan. Investor juga masih harus menyelesaikan proses perizinan sebelum pembangunan benar-benar dimulai.
Cimory Pilih Patuk, Siapkan Lahan Lima Hektare
Di antara tiga rencana investasi tersebut, proyek Cimory tampaknya bergerak lebih cepat. Pemilik Cimory menunjukkan minat membangun wisata buatan di Kapanewon Patuk.
Investor menyiapkan lokasi di antara Kalurahan Nglanggeran dan Putat, tepatnya di sekitar patung penthul tembem. Luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar lima hektare.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan rencana pembangunan tersebut masih berada dalam tahapan pengurusan perizinan. Untuk wisata di Cimory akan dibangun dekat patung penthul tembem.
“Luas areanya sekitar lima hektare yang berlokasi di antara Kalurahan Nglanggeran dengan Putat,โ kata Fajar, Ahad (4/10/2026).
Lokasi tersebut membuat proyek Cimory berada di salah satu kawasan yang memiliki geliat pariwisata cukup kuat. Pemerintah daerah kini mengikuti perkembangan proses investasi tersebut. Koordinasi terus berjalan agar setiap tahapan dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
Fajar mengatakan ketiga investor masih menjalani proses pengurusan perizinan. Pemerintah daerah juga telah melakukan koordinasi untuk mendukung rencana pembangunan wisata buatan di tiga lokasi tersebut. Namun, proses setiap investor berjalan dengan tahapan yang berbeda.
Cimory Diperkirakan Lebih Dulu Dibangun
Perbedaan tahapan perizinan membuat pemerintah daerah dapat melihat proyek mana yang berpeluang lebih dahulu masuk ke tahap pembangunan fisik. Dari tiga investor tersebut, Cimory menjadi proyek yang saat ini prosesnya dinilai lebih maju.
Fajar mengatakan proses pembangunan wisata buatan tersebut masih berkaitan dengan kajian lingkungan. Setelah melihat perkembangan tahapan yang berjalan, ia memperkirakan Cimory akan menjadi proyek yang lebih dahulu direalisasikan.
โMasih dalam proses kajian lingkungan. Kalau dilihat dari proses, maka realisasi pembangunan wahana wisata buatan ini yang paling dulu dibangun malah Cimory di Patuk,โ katanya.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran mengenai urutan perkembangan tiga investasi wisata buatan di Gunungkidul. Ibarbo masih bergerak pada proses koordinasi terkait lahan di kawasan Kelok 23. Investor Celosia juga menjalani proses untuk rencana taman bunga di Pantai Baron.
Sementara itu, Cimory telah menjalankan proses perizinan untuk pembangunan wisata buatan di Patuk. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, proyek Cimory berpotensi menjadi investasi pertama dari tiga rencana tersebut yang memasuki tahap pembangunan.
Tiga Investasi, Tiga Kawasan Wisata
Tiga proyek tersebut menyebar di kawasan yang berbeda. Ibarbo Park mengarahkan investasinya ke Girijati, Purwosari, dengan lahan sekitar 12 hektare. Celosia membidik Pantai Baron dengan lahan sekitar 15 hektare. Sementara Cimory menyiapkan sekitar lima hektare di antara Nglanggeran dan Putat, Patuk.
Peta investasi itu menunjukkan adanya ketertarikan investor terhadap pengembangan destinasi wisata di berbagai kawasan Gunungkidul. Masing-masing investor juga membawa konsep berbeda.
Ibarbo menyiapkan wahana wisata. Pemilik Celosia merancang taman bunga. Sementara Cimory mengembangkan wisata buatan di kawasan Patuk.
Keberagaman konsep tersebut dapat memperluas pilihan wisata buatan yang tersedia bagi wisatawan..Namun, seluruh rencana itu masih harus melewati proses perizinan sebelum pemerintah dapat memastikan kapan pembangunan berlangsung.
Investor Masih Mengurus Perizinan
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, membenarkan adanya rencana pembangunan wisata buatan di sejumlah titik.
Ia menyebut rencana tersebut antara lain pembangunan Ibarbo Park di Kelok 23 dan Cimory di Kapanewon Patuk. Menurut Arif, para investor masih mengurus perizinan untuk merealisasikan pembangunan wisata tersebut.
โUntuk Cimory sudah berproses perizinannya untuk membuat wisata buatan di Patuk,โ katanya.
DPMPTSP Gunungkidul memastikan pemerintah daerah siap membantu investor selama proses pengurusan izin. Pemerintah tidak ingin proses investasi berjalan tanpa kepastian. Karena itu, pemerintah memberikan fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Arif berharap kehadiran investasi tersebut tidak hanya menghadirkan destinasi baru. Pemerintah juga menaruh harapan pada dampak ekonomi yang dapat muncul setelah proyek-proyek tersebut berjalan.
โKami siap fasilitasi dan mudah-mudahan peran dari investor ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul,โ katanya.
Menanti Wajah Baru Pariwisata Gunungkidul
Gunungkidul kini menunggu kelanjutan tiga rencana besar tersebut..Di Kelok 23, Ibarbo menyiapkan lahan 12 hektare untuk wahana wisata. Di Pantai Baron, pemilik Celosia mengincar area 15 hektare untuk taman bunga. Sementara di Patuk, Cimory menyiapkan lima hektare untuk wisata buatan.
Ketiganya belum berdiri. Alat berat belum bergerak. Bangunan wisata belum terlihat. Namun, proses menuju ke sana sudah dimulai.
Perizinan menjadi pintu pertama yang harus dilewati setiap investor. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pembangunan dapat bergerak menuju tahap berikutnya.
Di antara tiga rencana itu, Cimory saat ini berada pada proses yang diperkirakan paling maju. Kajian lingkungan dan tahapan perizinan terus berjalan.
Jika proses tersebut berjalan lancar, kawasan Patuk berpotensi menjadi lokasi pertama yang menyaksikan lahirnya wisata buatan dari tiga investasi baru tersebut.
Sementara itu, Gunungkidul masih menunggu dua proyek lainnya. Satu per satu, rencana itu kini berada di atas meja pemerintah. Tinggal menunggu proses perizinan membuka jalan bagi investasi untuk benar-benar mengubah wajah kawasan wisata di Bumi Handayani.(ef linangkung)