YOGYAKARTA, Kabar Jawa โ Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, meminta pemerintah dan sekolah memperkuat pendampingan terhadap siswa SMK yang menjalani magang maupun lulusan SMK yang bekerja di luar negeri. Ia menegaskan pendampingan tidak boleh berhenti setelah para siswa mendapatkan pekerjaan, tetapi harus berlangsung sejak persiapan hingga masa kerja atau magang berakhir.
Menurut Paku Alam X, pemerintah harus memastikan para pekerja muda asal DIY mendapatkan perlindungan selama berada di negara tujuan. Ia menyoroti aspek kesehatan dan keselamatan kerja yang kerap luput ketika program pengiriman tenaga kerja hanya berfokus pada penempatan.
โPendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap mereka. Jadi yang saya inginnya tidak hanya soal mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana. Mereka ini juga anak-anak kita,โ kata Paku Alam X saat menerima kunjungan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Arie Wibowo Khurniawan, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (5/10/2026).
Paku Alam X juga meminta pemerintah melakukan verifikasi dan validasi secara ketat terhadap tenaga kerja yang akan berangkat. Pemerintah, menurut dia, juga perlu menyaring jenis pekerjaan yang tersedia agar para pekerja muda tidak menghadapi risiko yang tidak sepadan dengan kemampuan maupun perlindungan yang mereka terima.
Selain membekali siswa dengan keterampilan dan kemampuan bahasa, pemerintah dan sekolah perlu memberikan pemahaman mengenai legalitas bekerja di luar negeri. Bekal tersebut penting agar siswa mampu mengenali status pekerjaan, dokumen, serta hak-hak mereka sebelum berangkat.
โKarena itu, kami mohon bantuannya, karena apa pun yang terjadi, mereka anak kami. Mereka memang membutuhkan pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya. Kami sendiri selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ini,โ tegasnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Raden Suci Rohmadi.
2.000 Siswa SMK Akan Dilepas ke Luar Negeri
Direktur SMK Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan mengungkapkan sekitar 2.000 siswa magang dan pekerja luar negeri akan berangkat pada 2026. Pemerintah berencana melepas mereka dalam sebuah acara di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 29 Oktober 2026.
Para siswa dan pekerja tersebut akan menuju sejumlah negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta beberapa negara di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.
Arie menjelaskan sekolah biasanya membentuk program magang luar negeri sekaligus menyiapkan siswa sebelum keberangkatan. Kemendikdasmen mendorong sekolah memperluas program tersebut agar siswa SMK memperoleh pengalaman kerja internasional.
โKami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan skill anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya,โ ujar Arie.
Menurut Arie, Kemendikdasmen juga ikut memastikan program magang dan kerja luar negeri berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah tidak ingin program tersebut sekadar mengirim siswa ke luar negeri tanpa memikirkan keberlanjutan pendidikan dan masa depan mereka.
Karena itu, Kemendikdasmen mendorong siswa yang menjalani magang atau bekerja di luar negeri tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Skema tersebut memungkinkan mereka memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kualifikasi akademik.
Langkah itu diharapkan membuat pengalaman kerja luar negeri tidak berhenti sebagai jalan keluar untuk mendapatkan pekerjaan. Pemerintah ingin pengalaman tersebut menjadi pijakan bagi siswa SMK untuk membangun karier sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(ef linangkung)