Senator Gus Hilmy Desak Presiden Prabowo Ambil Peran Nyata dalam Krisis Kemanusiaan Sudan

Bagikan :
Senator Gus Hilmy/Foto: WikipediaSenator Gus Hilmy 

KabarJawa.com— Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak tinggal diam menghadapi tragedi kemanusiaan yang tengah melanda Sudan.

Seruan ini menjadi suara lantang dari tanah Yogyakarta untuk dunia, menyerukan agar Indonesia mengambil peran nyata dan berani dalam menghentikan penderitaan jutaan warga sipil di negeri Afrika tersebut.

Krisis Sudan

Sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia, perang berkepanjangan di Sudan telah menelan 40.000 korban jiwa dan memaksa 12 juta orang mengungsi dari tempat tinggalnya.

Bagi Gus Hilmy, sapaan akrabnya, angka itu bukan sekadar statistik perang, melainkan jeritan kemanusiaan yang menuntut kepedulian global.

“Ini bukan lagi konflik politik. Puluhan ribu orang sudah tewas, jutaan lainnya mengungsi, dan banyak fasilitas yang lumpuh total. Ini sudah masuk kategori pembantaian kemanusiaan. Indonesia tidak boleh diam. Presiden harus mengambil peran nyata di krisis kemanusiaan Sudan,” tegas Gus Hilmy dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/11/2025).

Baca juga  Jadwal Libur Sekolah dan Hari Besar Nasional Tahun 2025: Catat Tanggal Penting Mulai Mei hingga Desember

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk terlibat aktif.

Sebagai bangsa yang berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus memimpin langkah perdamaian dunia, bukan sekadar menjadi penonton.

“Sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan, Indonesia tahu persis bagaimana rasanya ditindas dan diabaikan. Karena itu, sikap diam di hadapan kejahatan kemanusiaan adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar Republik ini, mengingkari jati diri kita sendiri,” tegas Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat tersebut.

Seruan untuk Sikap Tegas Pemerintah

Dalam pandangan Gus Hilmy, Indonesia harus segera memimpin diplomasi kemanusiaan di tingkat internasional.

Ia mendorong pemerintah untuk mengambil inisiatif melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Gerakan Non-Blok (GNB).

Jadi, semua pihak yang bertikai menghentikan kekerasan dan membuka jalur aman bagi warga sipil.

“Yang terpenting bagi kita saat ini adalah keamanan warga sipil. Jangan sampai ada korban lagi. Setelah itu, kita mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pasokan senjata kepada pihak-pihak yang terlibat agar gencatan senjata segera tercapai,” ujarnya.

Baca juga  Perbedaan Awal Ramadan, Senator DPD RI Nilai Pemerintah Gagal jadi Otoritas Pemersatu Umat

Senator asal D.I. Yogyakarta itu juga meminta pemerintah untuk menyatakan sikap secara terbuka dan berpihak kepada rakyat Sudan, bukan pada kelompok bersenjata mana pun.

“Kita meminta agar Presiden Prabowo menyatakan secara terbuka bahwa Indonesia berpihak pada rakyat Sudan. Jangan sampai kita terjebak dalam legitimasi politik salah satu kubu. Indonesia hanya berpihak pada rakyat dan pada kemanusiaan,” tegasnya.

Gus Hilmy juga mendorong pemerintah mengirimkan bantuan kemanusiaan secara konkret, mulai dari tenaga medis, logistik, hingga dukungan perlindungan bagi para pengungsi.

Ia menilai lembaga-lembaga seperti Kementerian Luar Negeri, BNPB, dan Palang Merah Indonesia (PMI) dapat menjadi ujung tombak aksi kemanusiaan tersebut.

Lebih jauh, ia mengajak organisasi masyarakat (ormas) Islam dan masyarakat sipil untuk ikut terlibat dalam gerakan solidaritas nasional membantu rakyat Sudan. Semua pihak harus membuka mata. Sudan adalah cermin nurani dunia.

“Ketika dunia bungkam, kita harus bersuara. Ketika kekuasaan sibuk saling menuduh, kita harus hadir membawa nilai kemanusiaan,” seru Gus Hilmy.

Gus Hilmy mengingatkan bahwa sejarah panjang Indonesia dalam diplomasi damai internasional seharusnya membuat bangsa ini berani berdiri di garis depan untuk membela rakyat tertindas.

Baca juga  Ancaman Amerika Serikat terhadap Iran Dinilai Keterlaluan, Senator Indonesia Ingatkan RI Tidak Terjebak Perangkap Politik Donald Trump

“Kita tidak sedang bicara politik luar negeri. Kita sedang bicara tanggung jawab moral sebagai bangsa yang beradab,” tegasnya.

Menurutnya, krisis kemanusiaan di Sudan bukan hanya milik satu bangsa, melainkan ujian bagi seluruh umat manusia.

“Kita tidak sedang melihat perang di negeri jauh. Kita sedang diuji, apakah nilai kemanusiaan masih hidup dalam diri kita. Indonesia harus menjawab ujian ini dengan tindakan nyata,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid