AGRES.ID Goes to Campus di AMIKOM Bahas Kreativitas, Personal Branding, dan Masa Depan Karier di Era AI
YOGYAKARTA — Ketika artificial intelligence (AI) semakin mudah digunakan untuk membuat tulisan, gambar, video, hingga berbagai jenis konten dalam hitungan detik, muncul satu pertanyaan penting bagi generasi muda: jika semua orang bisa membuat sesuatu dengan AI, apa yang membuat seseorang tetap berbeda?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam AGRES.ID Goes to Campus yang digelar di Universitas AMIKOM Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Unlocking Creativity & Future Careers With AI” dan tagline “Semua Orang Bisa AI, Lalu, Kenapa Harus Memilihmu?”, kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami bahwa perkembangan AI bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana manusia tetap memiliki nilai di tengah perubahan tersebut.
Acara yang berlangsung di Ruang Cinema, Gedung Unit 6, Lantai 4 AMIKOM ini menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang berbeda, yakni Fransisca Diwati, Director of HRD AGRES.ID Jogja; Cacik Gunarti, Director of Kabar Jawa Media; serta Eri Kuncoro, Co-Founder & CMO BOTIKA.

Fransisca Diwati membuka pembahasan dari perspektif dunia human resources. Di tengah semakin banyaknya pekerjaan yang dapat dibantu AI, perusahaan tetap membutuhkan manusia dengan kualitas yang tidak sekadar teknis.
Kemampuan membangun kepercayaan, memiliki inisiatif, berkomunikasi, bertanggung jawab, serta mampu bekerja dengan orang lain menjadi bagian penting yang tetap dicari dalam diri calon karyawan.
Dengan demikian, mahasiswa tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Kemampuan sebagai manusia tetap menjadi pembeda.
Perspektif lain disampaikan Cacik Gunarti melalui pentingnya personal branding. Menurutnya, memiliki kemampuan saja tidak cukup apabila kemampuan tersebut tidak pernah terlihat.
Di era digital, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan karya, proses belajar, pengalaman, maupun kompetensinya melalui berbagai platform. Personal branding dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mendokumentasikan apa yang dikerjakan dan membangun jejak digital yang merepresentasikan kemampuan.
Sebab, orang-orang yang membutuhkan talenta akan lebih mudah menemukan seseorang yang terlihat, memiliki karya, dan konsisten menunjukkan keahliannya.
Sementara itu, Eri Kuncoro mengajak mahasiswa melihat AI dari perspektif yang lebih kritis. Menurutnya, semakin mudah AI digunakan untuk menghasilkan konten, justru semakin tinggi nilai dari perspektif manusia.
“Makin banyak konten dibuat AI, makin mahal sudut pandang manusia.”
Ketika semua orang dapat membuat konten dengan cepat menggunakan AI, kecepatan produksi tidak lagi menjadi satu-satunya keunggulan. Yang membuat seseorang menonjol adalah cerita, sudut pandang, dan konsistensi.
Karena itu, Eri menekankan prinsip “Pakai buat bantu, bukan buat gantiin.”
AI seharusnya digunakan sebagai tools untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan proses berpikir manusia. AI dapat mempercepat proses, tetapi gagasan dan keputusan tetap membutuhkan manusia.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan mahasiswa dalam memanfaatkan AI: produktif, otentik, dan relevan.
Produktif berarti menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan tanpa menghilangkan proses berpikir. Otentik berarti suara dan sudut pandang pribadi tetap terlihat dalam hasil akhir. Sementara relevan berarti menggunakan AI sesuai konteks dan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
Antusiasme mahasiswa AMIKOM terlihat sepanjang kegiatan, termasuk dalam sesi interaksi, berbagai doorprize dari AGRES.ID, serta aktivitas melihat display produk yang hadir dalam rangkaian Karnaval Gadget.
Melalui AGRES.ID Goes to Campus, mahasiswa diajak melihat bahwa masa depan bukan tentang manusia melawan AI. Justru, mereka yang mampu menggabungkan kemampuan manusia, kreativitas, personal branding, dan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk menonjol.
Sebab, ketika semua orang bisa menggunakan AI, yang membuat seseorang dipilih bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan teknologinya, tetapi cerita, sudut pandang, karakter, dan nilai yang dibawanya sebagai manusia.***