
KABAR JAWA – Kabar Jawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda melalui program bertajuk “Kabar Jawa Goes to Campus”.
Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan dirancang sebagai ajang pelatihan yang menyasar mahasiswa sebagai agen perubahan, terutama dalam menghadapi tantangan dunia media dan komunikasi digital yang terus berkembang.
Acara ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UMY, dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop interaktif yang menyuguhkan pengalaman belajar langsung dari para praktisi di bidang media.
Dalam kesempatan kali ini, setidaknya terdapat tiga materi utama yang menjadi fokus dalam program ini, antara lain:
- Jurnalistik dasar dan penulisan SEO, yang membahas prinsip dasar peliputan berita, teknik penulisan yang efektif, dan cara menyesuaikan konten agar optimal di mesin pencari digital.
- Desain konten media sosial, di mana peserta mempelajari cara menciptakan konten visual yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik berbagai platform digital.
- Public speaking, sebuah keterampilan penting untuk menunjang kemampuan komunikasi lisan, baik dalam forum formal maupun informal.
Dalam sambutannya, Ridho Al Hamdi, M.A., Ph.D., selaku Wakil Dekan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan seperti Kabar Jawa Goes to Campus sangat relevan untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis dan siap menghadapi tantangan dunia nyata.
Ia menegaskan bahwa penguatan soft skill dan pemahaman yang tajam terhadap informasi adalah dua hal penting yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini, terutama di tengah tingginya angka pengangguran nasional yang membutuhkan kesiapan dan keunggulan kompetitif dari para lulusan perguruan tinggi.
Sebagai salah satu narasumber utama, Cacik Gunarti, Direktur Utama KabarJawa.com, membagikan pengalaman serta strategi kepada para mahasiswa mengenai bagaimana tetap produktif selama masa kuliah. Ia mendorong peserta untuk mulai berkarya sejak dini melalui konten digital, tanpa perlu menunggu momen yang sempurna.

Dalam sesi penyampaian materinya, Cacik Gunarti membahas pentingnya membangun portofolio serta identitas digital. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai menyusun portofolio dari berbagai karya yang pernah dibuat, seperti artikel, video, desain, atau proyek kreatif lainnya, lalu menampilkannya secara profesional melalui platform digital.
Ia juga menambahkan pentingnya kehadiran di dunia digital, “Bangun identitas digital yang kuat dan konsisten. Manfaatkan media sosial secara positif, kelola akun kalian dengan konten yang mencerminkan siapa kalian, apa yang kalian kuasai, dan apa yang ingin kalian capai. Dengan begitu, kalian akan lebih mudah dikenali oleh publik, rekruter, atau bahkan mitra kolaborasi.” ucap Cacik Gunarti.
Lebih lanjut, Cacik mendorong mahasiswa untuk tidak takut memulai. Menurutnya, “Banyak dari kita terlalu lama menunggu momen yang sempurna. Padahal, kuncinya adalah mulai dulu saja. Dari langkah kecil itu, kalian akan menemukan arah, pengalaman, dan peluang. Berkarya itu proses, dan proses itu hanya dimulai ketika kita berani jalan.” lanjutnya.
Selain itu, Sunti Melati selaku Vice President Serayunews.com, turut hadir memberikan materi yang membuka wawasan mahasiswa mengenai peran strategis influencer dalam lanskap media digital saat ini.
Dalam sesi materinya, Sunti Melati mengangkat topik menarik tentang peran strategis influencer dalam ekosistem media digital saat ini. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah media, dan kini media tidak lagi berdiri sendiri, melainkan semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para influencer.
“Dulu, media dan influencer seolah berjalan di jalur masing-masing. Tapi sekarang, kolaborasi antara keduanya justru bisa saling menguatkan. Influencer memiliki kedekatan emosional dengan audiens, sementara media punya kredibilitas dalam menyampaikan informasi,” ungkapnya.
Keseluruhan kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sinergi antara institusi pendidikan dan media dapat menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang progresif dan memberdayakan.
“Kabar Jawa Goes to Campus” di UMY telah menjadi contoh konkret bagaimana edukasi berbasis pengalaman langsung mampu mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di dunia digital yang kompetitif. ***