Kabarjawa – Banjir kembali melanda wilayah Sayung, Demak, dan berdampak pada aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sayung 4. Selama lima hari terakhir, tiga ruang kelas di sekolah tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter. Akibatnya, pihak sekolah harus mengatur ulang jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem bergantian.
Banjir Rendam Tiga Ruang Kelas
Banjir yang terjadi di SDN Sayung 4 menggenangi tiga ruang kelas, yaitu kelas 4, kelas 5A, dan kelas 5B. Selain itu, area halaman sekolah juga ikut
Akibat kondisi ini, siswa terpaksa menjalani pembelajaran dengan sistem shift, di mana kelas 1, 2, dan 3 mengikuti pelajaran di pagi hari, sementara kelas 4, 5, dan 6 belajar pada siang hari.
Dampak Terhadap Siswa
Banjir tidak hanya mengganggu kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga berdampak pada kehadiran siswa. Sekitar 30 dari total 306 siswa tidak dapat menghadiri sekolah karena rumah mereka juga terdampak banjir, terutama yang berada di wilayah Lengkong.
Pihak sekolah sedang mempertimbangkan opsi pembelajaran daring bagi siswa yang tidak dapat hadir akibat kondisi ini.
Banjir Tahunan dan Harapan Pembangunan Sekolah
Fenomena banjir ini bukan pertama kalinya terjadi di SDN Sayung 4. Setiap tahun, terutama saat perayaan Imlek, sekolah ini selalu menjadi langganan banjir. Proses surutnya air diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan.
Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap banjir, seperti kelas berbentuk panggung. Sebelumnya, sekolah ini telah mendapatkan satu bangunan kelas dan jamban berbentuk panggung, dan diharapkan bantuan serupa dapat kembali diberikan.
Banjir tahunan yang melanda SDN Sayung 4 Demak kembali menghambat proses belajar mengajar. Dengan kondisi tiga kelas terendam, pihak sekolah harus menerapkan sistem belajar bergantian.
Selain itu, sejumlah siswa juga kesulitan mengikuti pembelajaran akibat rumah mereka turut terendam banjir.
Untuk mengatasi masalah ini secara jangka panjang, diperlukan pembangunan infrastruktur sekolah yang lebih tahan terhadap banjir, seperti bangunan kelas berbentuk panggung.(Kabarjawa)