Banjir dan Longsor Landa Semarang Usai Hujan Deras, BPBD Bergerak Cepat

Bagikan :
Banjir dan Longsor Landa Semarang Usai Hujan Deras, BPBD Bergerak Cepat
Banjir dan Longsor Landa Semarang Usai Hujan Deras, BPBD Bergerak Cepat(Sumber gambar: ilustrasi: pinterest/pisan)

Kabarjawa – Sejumlah wilayah di Kota Semarang mengalami bencana banjir dan tanah longsor setelah diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, mulai dari pohon tumbang, genangan air di berbagai titik, atap rumah roboh, hingga tanah longsor yang mengancam permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi sejak Minggu hingga Senin pagi menjadi pemicu utama bencana ini.

Sejumlah wilayah terdampak dengan intensitas yang bervariasi, termasuk di Kecamatan Genuk yang mengalami banjir terparah.

Wilayah Terdampak dan Ketinggian Banjir

BPBD mencatat bahwa beberapa lokasi mengalami dampak cukup parah akibat hujan deras ini. Berikut adalah beberapa titik yang terdampak:

  • Kecamatan Genuk: Jalan Raya Gebang Anom, Kelurahan Genuksari, mengalami banjir setinggi 30-50 cm, melanda dua RW di wilayah tersebut.
  • Trimulyo: Ketinggian banjir mencapai 10-30 cm.
  • Depan RSI Sultan Agung: Genangan air setinggi 20-30 cm.
  • Depan LIK Kaligawe: Genangan air mencapai 10-15 cm.
Baca juga  Kenapa Semarang Identik dengan Wingko? Mengupas Asal-usul Jajanan Tradisional Masyarakat Jawa

Selain banjir, terjadi juga pohon tumbang di Kalibanger, tanah longsor di lima titik, serta atap rumah roboh di tiga lokasi berbeda.

Keadaan ini membuat warga harus lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Upaya BPBD dan Pemerintah Kota Semarang

Menanggapi situasi ini, BPBD Kota Semarang langsung melakukan tindakan darurat dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Langkah yang diambil antara lain:

  • Optimalisasi Pompa Air: BPBD bersama UPTD pompa wilayah timur dan tengah mengerahkan pompa portable guna mempercepat penyurutan genangan air.
  • Penanganan Darurat Longsor: Anggota BPBD memasang terpal di lokasi tanah longsor guna mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.
  • Pemantauan dan Evakuasi: Tim tanggap bencana dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak, serta memantau potensi bencana susulan.

Kendala dalam Penanganan Banjir

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan bahwa kendala utama dalam penanganan banjir adalah kapasitas infrastruktur yang belum memadai.

Baca juga  Wisata Alam di Jogja yang Bisa Bikin Kamu Rileks dan Ngerasa Lebih Dekat Sama Diri Sendiri

Beberapa pompa air yang tersedia mengalami kerusakan akibat tersumbat sampah, salah satunya ban karet. Hal ini menghambat proses penyedotan air, meskipun pompa kecil turut dikerahkan untuk membantu.

Agustina juga mengimbau masyarakat untuk lebih sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam membuang sampah. Sampah yang menyumbat saluran air dan pompa menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi banjir di Semarang.

Kesimpulan dan Imbauan kepada Masyarakat

Hujan deras yang terjadi di Kota Semarang selama dua hari terakhir menyebabkan dampak cukup besar berupa banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.

BPBD dan pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah cepat untuk menangani situasi ini, namun infrastruktur yang masih terbatas menjadi kendala utama dalam mempercepat penanganan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan waspada terhadap risiko tanah longsor bagi yang tinggal di daerah rawan.

Selain itu, kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait pembuangan sampah, sangat penting agar bencana seperti ini dapat diminimalisir di masa mendatang.(Kabarjawa)

Baca juga  Fenomena Cuaca di Alkid Usai Acara Keraton Jogja Viral, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid