
Kabarjawa – Kabar duka datang dari jalur pendakian Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali. Seorang pendaki asal Temanggung yang sempat dilaporkan hilang, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah proses pencarian intensif selama beberapa hari.
Proses evakuasi pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena medan yang sulit dan cuaca yang kurang bersahabat.
Kronologi Penemuan Pendaki di Gunung Merbabu
Pendaki bernama Sugeng Parwoto (50), warga Krajan, Tlogorejo, Temanggung, diketahui melakukan pendakian seorang diri melalui jalur Timboa.
Jalur ini terletak di sisi timur Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari, Boyolali. Pendakian dilakukan tanpa pendamping dan tidak melalui jalur resmi, sehingga sempat menyulitkan proses pelacakan.
Sugeng dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak beberapa hari sebelumnya. Operasi pencarian resmi dimulai pada Selasa, 22 April 2025, dengan pembentukan Posko SAR di basecamp Timboa. Pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur relawan dan instansi terkait.
Ditemukan di Lokasi Sulit dan Tantangan Evakuasi
Tim SAR akhirnya menemukan korban pada Kamis sore, 24 April 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi penemuan berada di tebing antara pos 4 dan pos 5, sekitar 10 meter dari jalur utama.
Sayangnya, kondisi cuaca yang tidak mendukung seperti hujan lebat dan kabut tebal, serta minimnya penerangan membuat proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan.
Setelah dilakukan evaluasi malam harinya di Posko SAR gabungan, proses evakuasi diputuskan dilakukan pada Jumat pagi, 25 April 2025.
Tim evakuasi yang telah standby di pos 3 sejak malam, melanjutkan perjalanan ke lokasi penemuan dengan membawa peralatan tambahan dan logistik pendukung. Total 48 personel terlibat dalam proses evakuasi secara estafet dari tebing ke bawah gunung.
Proses Evakuasi dan Penanganan Lanjutan
Evakuasi korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang ekstrem. Setelah berhasil dibawa turun, jenazah Sugeng Parwoto langsung dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi hasil dari kerja keras dan koordinasi yang solid dari seluruh tim SAR yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat melakukan pendakian gunung, terutama bagi pendaki yang memilih jalur tidak resmi atau melakukan perjalanan seorang diri.
Meskipun alam memberikan tantangan luar biasa, kerja sama tim dan semangat kemanusiaan dari para relawan dan tim SAR mampu menjawab panggilan tugas dengan maksimal.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi pendaki lain agar lebih berhati-hati dan selalu mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku.(Kabarjawa)