
Kabarjawa – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan tempat ibadah dan berbagai lembaga salurkan dana hibah.
Pada tahun 2025, Pemkot Mojokerto telah menganggarkan dana hibah sebesar Rp 5.132.500.000 untuk 99 lembaga.
Bantuan ini mencakup tempat ibadah, termasuk masjid dan musala, guna meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Pemkot Mojokerto Berikan Dana Hibah untuk Tempat Ibadah
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, mengumumkan alokasi dana hibah tersebut saat mengadakan safari Ramadan di Musala Wakaf Chusnul Huda.
Kegiatan safari Ramadan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi atau Cak Sandi selama bulan puasa.
Dana hibah tahun ini mencakup berbagai lembaga keagamaan, termasuk 10 masjid dan 14 musala di Kota Mojokerto.
Bantuan ini diberikan agar tempat ibadah lebih nyaman digunakan oleh masyarakat, sehingga semakin banyak jemaah yang hadir dan tempat ibadah menjadi lebih makmur.
Dukungan Pemkot Mojokerto dalam Program Keagamaan
Dalam setiap kunjungan safari Ramadan, Ning Ita tidak hanya menyampaikan informasi mengenai dana hibah, tetapi juga membagikan bantuan berupa kurma, susu, dan kue kering kepada para jemaah.
Ia juga mengajak warga untuk berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah.
Pemkot Mojokerto berharap masyarakat bisa bersinergi dan turut serta dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, termasuk di bidang keagamaan.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan dengan optimal.
Panca Cita: Program Prioritas Pemkot Mojokerto
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Mojokerto, Cak Sandi, menjelaskan bahwa kepemimpinan Ning Ita dan dirinya memiliki lima program prioritas yang disebut Panca Cita.
Program ini sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Lima program prioritas dalam Panca Cita tersebut meliputi:
- Peningkatan kualitas SDM – Fokus pada pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat.
- Penguatan ketahanan sosial dan budaya – Meningkatkan kehidupan sosial yang harmonis serta melestarikan budaya lokal.
- Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan – Mendorong sektor ekonomi agar tetap stabil dan berkembang.
- Integrasi tata kelola pemerintahan – Memperbaiki sistem birokrasi agar lebih efisien dan transparan.
- Pembangunan infrastruktur dan lingkungan berkelanjutan – Mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Alokasi dana hibah oleh Pemkot Mojokerto di tahun 2025 menunjukkan perhatian besar terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor keagamaan.
Melalui safari Ramadan, Ning Ita dan Cak Sandi tidak hanya menyampaikan informasi mengenai program pemerintah tetapi juga membangun kedekatan dengan warga.
Dengan adanya program Panca Cita, Pemkot Mojokerto berharap dapat menciptakan kota yang lebih maju dan sejahtera dalam lima tahun ke depan.(Kabarjawa)