Pemkot Jogja Dorong Kebijakan Transporter Sampah di Tiap RW, Baru 30% Kelurahan Siap

Bagikan :
Pemkot Jogja Dorong Kebijakan Transporter Sampah di Tiap RW, Baru 30% Kelurahan Siap
Pemkot Jogja Dorong Kebijakan Transporter Sampah di Tiap RW, Baru 30% Kelurahan Siap(Sumber Gambar : Ilustrasi: Pinterest/Automotive)

Kabarjawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah gencar menerapkan kebijakan baru terkait pengelolaan sampah melalui sistem transporter atau gerobak sampah di tiap Rukun Warga (RW).

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi pembuangan sampah langsung ke depo dan meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Meski begitu, hingga saat ini baru sekitar 30% kelurahan yang siap menjalankan kebijakan tersebut.

Kebijakan Transporter Sampah: Peran Kelurahan dan RW

Dalam penerapan kebijakan ini, Pemkot Jogja memberikan tanggung jawab kepada kelurahan untuk mengatur segala teknis di lapangan.

Tugas tersebut meliputi pencarian penggerobak, pengaturan teknis pengumpulan sampah, hingga penentuan retribusi bagi penggerobak.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyoroti pentingnya gotong royong warga dalam mendukung kebijakan ini. Berkat upaya bersama, jumlah penggerobak meningkat signifikan dari semula 600 orang menjadi 1.017 orang.

Menurutnya, ini menandakan bahwa warga mulai menyadari pentingnya sistem ini demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

Status Kesiapan Kelurahan: Hijau, Kuning, Merah

Dari total 45 kelurahan di Kota Jogja, saat ini baru sekitar 15 kelurahan yang dikategorikan “hijau” atau siap sepenuhnya dalam menjalankan kebijakan transporter sampah.

Baca juga  Berawal dari Kebutuhan Sendiri, Atofa Bag Jadi Tas Handmade Asal Semarang Favorit Perias se-Indonesia

Sementara itu, kelurahan yang masuk kategori “kuning” dan “merah” masih memerlukan penyesuaian terkait pengondisian dan kesiapan penggerobak.

Untuk memastikan kelancaran implementasi, Hasto mengadakan rapat mingguan setiap Selasa sore guna memantau perkembangan masing-masing kelurahan.

Dalam rapat tersebut, rapor kesiapan tiap kelurahan akan dipresentasikan secara transparan agar proses evaluasi berjalan optimal.

Upaya Mengurangi Sampah Liar

Selain fokus pada pengadaan transporter sampah, Pemkot Jogja juga melakukan langkah-langkah konkret untuk mengurangi pembuangan sampah liar di beberapa titik rawan.

Berkat pemantauan intensif, volume sampah liar di kawasan seperti Kali Mambu dan Gembira Loka mulai berkurang hingga 35 persen.

Hasto bahkan menempatkan posko khusus di beberapa area strategis untuk mengawasi aktivitas pembuangan sampah.

Tantangan Pengadaan Gerobak

Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan kebijakan ini adalah ketersediaan gerobak sampah. Saat ini, Pemkot Jogja masih membutuhkan sekitar 600 unit gerobak tambahan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Hasto berencana mengalokasikan dana dari anggaran yang sebelumnya diperuntukkan bagi pengadaan mobil dinas dan perabot rumah dinasnya.

Baca juga  Mulai Rabu 10 Desember: Jembatan Kewek Ditutup, Dishub Tetapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif Baru

Selain itu, Pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu mempercepat pengadaan gerobak serta perlengkapan kerja bagi penggerobak, seperti alat pelindung diri (APD), sepatu, topi, dan sarung tangan.

Kebijakan transporter sampah di tiap RW yang digagas Pemkot Jogja menjadi langkah progresif dalam mengatasi permasalahan sampah kota.

Meski baru 30% kelurahan yang siap menjalankan program ini, optimisme tetap tinggi dengan adanya semangat gotong royong warga dan komitmen Pemkot dalam memantau perkembangan tiap pekan.

Dengan dukungan berbagai pihak, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata di Kota Jogja.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya