
KabarJawa.com – Belakangan, nama Gus Thuba mendadak ramai berseliweran dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.
Sosoknya mencuat ke ruang publik usai baru-baru ini dirinya mendeklarasikan sebuah organisasi bernama ‘Yakuza Maneges’ di Kediri.
Seiring dengan viralnya deklarasi tersebut, tak sedikit warganet yang kemudian penasaran dan mulai mencari tahu lebih dalam mengenai latar belakangnya, terutama pertanyaan mengenai ia keturunan dari siapa. Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Gus Thuba Keturunan Siapa?
Menjawab rasa penasaran publik, Gus Thuba yang memiliki nama asli Thuba Topo Broto Maneges rupanya bukanlah sosok sembarangan.
Berbagai sumber mengungkap bahwa ia adalah cucu dari tokoh ulama besar Tanah Air, yakni KH Hamim Djazuli atau yang lebih masyhur disapa Gus Miek.
Mewarisi garis keturunan tersebut, Gus Thuba saat ini disebut memegang peranan penting dalam meneruskan estafet perjuangan sang kakek dengan memimpin majelis dzikir Moloekatan Gus Miek.
Sementara, di kalangan jemaahnya, Gus Thuba dikenal sebagai sosok ulama muda yang karismatik. Penampilannya juga kerap kali dinilai unik serta nyentrik, berpadu dengan gaya serta pendekatan dakwahnya yang khas, yakni merangkul erat masyarakat marginal atau kalangan bawah.
Pendekatan inilah yang menjadikannya sebagai figur yang kemudian dihormati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Viral Deklarasi Yakuza Maneges di Kediri
Sebelumnya, nama Gus Thuba mulai mencuat usai video dan dokumentasi deklarasi organisasi Yakuza Maneges beredar luas di media sosial.
Berdasarkan pengumuman media sosial resmi organisasi tersebut, diketahui bahwa acara deklarasi ini digelar di Kediri pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.
Diketahui pula bahwa nama organisasi tersebut bukan merujuk pada mafia Jepang, melainkan sebuah singkatan yaitu “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi”.
“Y.A.K.U.Z.A disini ini mempunyai makna yang begitu dalam: [Y]ang [A]walnya [Kotor] [U]jungnya [Z]uhud [A]badi,” demikian keterangan organisasi melalui Instagram @yakuza_maneges, sebagaimana dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sementara itu, dijelaskan pula soal niat hingga visi misi dari keberadaan organisasi tersebut di masyarakat.
“Bukan organisasi sembarang organisasi. Disini penuh niat dan misi mulia yg merujuk pada tugas Alm.Gus Miek diluar pondok pesantren,” tulis keterangan media sosial resmi Yakuza Maneges.
“Organisasi Yakuza Maneges memiliki visi: penjaga yang lemah, pembela yang benar, pembenah yang salah. Dan misinya: kemanusiaan dan keadilan sosial, merangkul masyarakat awam yang jauh dari agama, bahkan lintas agama sekalipun, membantu orang yang bermasalah baik secara hukum maupun non hukum, secara fisik maupun mental dan psikis, memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama’ yang melenceng sekalipun, khususnya dalam hal asusila dan kenakalan,” lanjutnya.
Hingga kini, organisasi tersebut masih terus diperbincangkan dan sosok Gus Thuba ramai menjadi sorotan di medsos.***