Musibah Runtuhnya Masjid Ponpes Al-Khoziny, Gus Hilmy Sebut Ini Alarm untuk Implementasi UU Pesantren

Bagikan :
Gus Hilmy/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Musibah runtuhnya bangunan masjid tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) sore, mengguncang hati masyarakat.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika ratusan santri tengah menunaikan shalat asar berjamaah. Bangunan megah yang seharusnya menjadi tempat ibadah justru berubah menjadi puing-puing yang menelan korban jiwa, melukai puluhan santri, dan membuat sejumlah lainnya masih dalam pencarian.

Duka mendalam langsung menyelimuti keluarga besar pesantren, masyarakat, dan bangsa. Namun, di balik tragedi ini, muncul seruan keras agar negara tidak lagi abai terhadap keselamatan para santri.

Musibah sebagai Alarm Keras

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. atau Gus Hilmy, menegaskan bahwa musibah ini harus menjadi alarm keras untuk mempercepat implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Kami sangat berduka atas musibah ini. Doa terbaik kita panjatkan untuk para korban. Semoga yang wafat mendapat kedudukan syahid di sisi Allah, yang terluka segera pulih, dan santri yang masih dicari segera ditemukan. Namun, di balik duka, kita wajib belajar. Peristiwa ini membuktikan pentingnya negara hadir menjamin keselamatan santri melalui implementasi UU Pesantren yang nyata,” tegas Gus Hilmy dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025).

Baca juga  Senator Gus Hilmy Desak Presiden Prabowo Ambil Peran Nyata dalam Krisis Kemanusiaan Sudan

Gus Hilmy menilai, UU Pesantren sejatinya telah mengamanatkan pengakuan, fasilitasi, dan pemberdayaan pesantren oleh negara. Tetapi hingga kini, implementasi undang-undang itu masih jauh dari harapan.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Pesantren juga menjadi rumah tinggal ribuan santri. Maka fasilitasi negara jangan hanya dipahami sebatas kurikulum atau anggaran operasional. Aspek keselamatan santri dan infrastruktur pesantren harus mendapat prioritas,” jelas Anggota Komite II DPD RI tersebut.

Ia menekankan, banyak pesantren masih membangun fasilitas secara swadaya dengan dana terbatas dan tanpa pengawasan teknis memadai.

Kondisi itu sangat rawan, apalagi ketika pembangunan berlangsung tanpa standar konstruksi yang jelas.

“Musibah di Sidoarjo adalah peringatan keras. Jangan biarkan pesantren berjalan sendiri tanpa perlindungan negara. Implementasi UU Pesantren harus dipercepat agar ada standar teknis, pengawasan, dan dukungan konkret bagi pembangunan fisik pesantren. Negara tidak boleh abai,” tandasnya.

Gus Hilmy juga mendesak pemerintah daerah segera menindaklanjuti amanat UU Pesantren dengan membuat peraturan daerah (perda) dan regulasi turunan lainnya.

Baca juga  Jadwal Lengkap M7 Mobile Legends: Tanggal, Match hingga Format Pertandingan

“Banyak daerah belum memiliki perda tentang pesantren. Padahal UU sudah jelas mengamanatkan. Semoga peristiwa ini membuka mata semua pihak. Jangan sampai pesantren terus berjalan sendiri tanpa regulasi dan perlindungan negara,” ucapnya penuh tekanan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus aktif melibatkan dinas terkait, mulai dari pendidikan, perizinan, hingga tata ruang dan bangunan, untuk memastikan pesantren berdiri dengan aman.

Evakuasi Korban Runtuhnya Masjid Ponpes Al-Khoziny

Di sisi lain, Gus Hilmy menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim SAR, relawan, dan masyarakat yang sigap melakukan evakuasi. Ia melihat semangat gotong royong umat begitu nyata saat musibah ini terjadi.

“Semua pihak turun tangan, dari relawan, aparat, hingga masyarakat. Gotong royong ini luar biasa. Namun, gotong royong saja tidak cukup. Negara harus memperkuatnya dengan kebijakan sistematis agar tidak ada lagi korban santri akibat lemahnya infrastruktur,” tutur salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta itu.

Menutup pernyataannya, Gus Hilmy mengajak semua pihak untuk membantu Pondok Pesantren Al-Khoziny sekaligus memperjuangkan penguatan implementasi UU Pesantren.

Baca juga  Desak Kapolri Usut Dalang Kerusuhan dan Penjarahan, Gus Hilmy Ingatkan Jangan Setengah Hati

“Mari kita ulurkan doa, tenaga, dan bantuan material bagi pesantren yang terdampak. Dan mari kita pastikan, UU Pesantren benar-benar menjadi instrumen nyata untuk menjaga keselamatan, martabat, dan masa depan pesantren di seluruh tanah air,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid