
KabarJawa.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi menetapkan jadwal puasa dan hari raya Islam untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Maklumat ini menjadi pedoman resmi bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, merayakan Idulfitri, hingga Iduladha pada tahun 2026. Adapun berdasarkan pengumuman resmi yang diterima KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.
Dasar Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Dalam penetapan awal puasa, Muhammadiyah mengungkap beberapa pertimbangannya antara lain sebagai berikut.
Ijtimak jelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syakban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2026 M pukul 12.01.09 UTC.
Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC tidak ada satu wilayah pun di dunia yang memenuhi Parameter Kalender Global 1, yaitu tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi bulan minimal 8 derajat.
Namun, terdapat wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global 2 setelah pukul 24.00 UTC, dengan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Wilayah tersebut berada di daratan Amerika dengan ketinggian dan elongasi bulan yang memenuhi syarat.
Kemudian yaitu di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M
Penetapan 1 Syawal atau Idulfitri 2026
Untuk penentuan 1 Syawal 1447 H, Muhammadiyah juga merujuk pada hasil hisab yang telah dihitung secara astronomis. Ada pula berbagai pertimbangannya seperti berikut.
Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 30 Ramadhan 1447 H atau 19 Maret 2026 M pukul 01.23.28 UTC.
Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC terdapat wilayah di muka bumi yang telah memenuhi Parameter Kalender Global 1, dengan tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
Penetapan Zulhijah dan Iduladha 2026
Selain Ramadhan dan Syawal, maklumat tersebut juga menetapkan jadwal Zulhijah 1447 H beserta Hari Arafah dan Iduladha. Berikut pertimbagnannya.
Ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H atau 16 Mei 2026 M pukul 20.01.02 UTC.
Tidak ada wilayah di dunia yang memenuhi Parameter Kalender Global 1 maupun 2 pada hari tersebut.
Berdasarkan hasil hisab, maka ditetapkan jadwal sebagai berikut:
- 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M.
- Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026 M.
- Iduladha atau 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Jadwal Resmi Puasa dan Lebaran Muhammadiyah 2026
Berdasarkan maklumat resmi tersebut, berikut adalah jadwal penting bagi warga Muhammadiyah:
- 1 Ramadhan 1447 H: Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
- Idulfitri 1 Syawal 1447 H: Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
- 1 Zulhijah 1447 H: Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M.
- Hari Arafah: Selasa Pon, 26 Mei 2026 M.
- Iduladha: Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Puasa 18 Februari, Lebaran 20 Maret
Jadi kesimpulannya, Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi jadwal puasa dan hari raya Islam tahun 2026 melalui metode hisab dan Kalender Global.
Puasa Ramadhan dimulai pada 18 Februari 2026, Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, sementara Iduladha dirayakan pada 27 Mei 2026.***