Kapan Bibit Siklon di Indonesia Berakhir? Begini Penjelasan Terbarunya

Bagikan :
Bibit siklon yang mulai terbentuk di Indonesia (Instagram// @infobmkg

KabarJawa.com – Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait deteksi adanya bibit siklon tropis di perairan Indonesia.

Temuan ini kemudian cukup ramai menjadi sorotan masyarakat, mengingat potensi dampaknya yang bisa memengaruhi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Dalam pengumumannya, BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk pada tanggal 7 Desember 2025.

Lokasi pembentukannya berada di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung, di dalam Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Data terbaru mencatat bahwa saat ini kecepatan angin maksimum di pusat bibit siklon tersebut mencapai sekitar 20 knot (sekitar 37 kilometer per jam), dengan tekanan udara minimum 1008 hektopaskal (hPa).

Lalu, apa sebenarnya bibit siklon tropis itu dan kapan potensi dampak dari fenomena ini diperkirakan akan berakhir?

Apa Itu Bibit Siklon Tropis?

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bibit siklon tropis.

Menurut penjelasan resmi dari BMKG, bibit siklon tropis adalah fase awal atau tahap permulaan dari pembentukan siklon tropis.

Baca juga  Prakiraan Cuaca Semarang dan Jawa Tengah, Kamis 30 Januari 2025: Waspadai Hujan dan Angin Kencang

Siklon tropis sendiri merupakan fenomena badai besar yang terbentuk di atas perairan hangat, dengan suhu minimal 26,5 derajat Celsius, dan memiliki radius putaran yang luas, antara 15 hingga 200 kilometer. Siklon tropis dianggap sebagai salah satu fenomena badai paling kuat dan berbahaya di Bumi.

Bibit siklon tropis merupakan fase di mana kecepatan anginnya masih berada dalam rentang 15 hingga 34 knot. Jika kondisi atmosfer mendukung, bibit ini memiliki peluang untuk tumbuh lebih lanjut menjadi siklon tropis matang, di mana kecepatan anginnya mencapai 35 knot atau lebih, dan strukturnya semakin terorganisir membentuk badai besar yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar.

Kapan Bibit Siklon Tropis 91S Berakhir?

Masyarakat tentu menantikan kepastian mengenai seberapa lama potensi ancaman cuaca ekstrem ini akan berlangsung.

Berdasarkan pengumuman terbaru media sosial BMKG, saat ini potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam ke depan dikategorikan sebagai peluang rendah.

“Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam kedepan dalam kategori peluang rendah,” demikian keterangan BMKG, dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 10 Desember 2025.

Baca juga  Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah: BMKG Prediksi Tiga Hari ke Depan

Batas Waktu dan Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon

BMKG telah menetapkan batas waktu perkiraan dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91S. Dampak ini diperkirakan akan terasa dalam kurun 24 jam ke depan, yaitu hingga tanggal 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai di wilayah Indonesia hingga batas waktu tersebut adalah sebagai berikut:

1. Potensi Hujan Sedang hingga Lebat

Sejumlah wilayah pesisir Sumatra bagian barat dan selatan diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, meliputi:

  • Sumatera Barat
  • Bengkulu
  • Lampung

2. Peningkatan Gelombang Laut Tinggi

Potensi gelombang laut tinggi masuk dalam kategori Moderate Sea (1,25 hingga 2,5 meter) yang membahayakan aktivitas pelayaran, terutama di perairan berikut:

  • Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia Selatan Banten
  • Selat Sunda bagian Selatan

Dampak Tak Langsung hingga 11 Desember 2025

Jadi kesimpulannya, Bibit Siklon Tropis 91S akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi hingga batas waktu perkiraan 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Baca juga  Prakiraan Musim Kemarau 2026 di Pulau Jawa, Mulai Kapan? Begini Penjelasan Terbaru BMKG

Meskipun potensi bibit ini berkembang menjadi siklon tropis penuh tergolong rendah, dampaknya terhadap cuaca dan kondisi maritim tetap perlu diperhatikan.

Adapun informasi tersebut juga dinamis atau bisa berubah sewaktu-waktu seiring pergerakan serta pantauan terkininya.

Oleh karena itu, BMKG secara tegas mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati bila beraktivitas di luar rumah serta memantau informasi terkini dan terverifikasi yang dirilis melalui kanal-kanal resmi BMKG.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid