
KabarJawa.com – Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait deteksi adanya bibit siklon tropis di perairan Indonesia.
Temuan ini kemudian cukup ramai menjadi sorotan masyarakat, mengingat potensi dampaknya yang bisa memengaruhi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Dalam pengumumannya, BMKG mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk pada tanggal 7 Desember 2025.
Lokasi pembentukannya berada di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung, di dalam Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Data terbaru mencatat bahwa saat ini kecepatan angin maksimum di pusat bibit siklon tersebut mencapai sekitar 20 knot (sekitar 37 kilometer per jam), dengan tekanan udara minimum 1008 hektopaskal (hPa).
Lalu, apa sebenarnya bibit siklon tropis itu dan kapan potensi dampak dari fenomena ini diperkirakan akan berakhir?
Apa Itu Bibit Siklon Tropis?
Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bibit siklon tropis.
Menurut penjelasan resmi dari BMKG, bibit siklon tropis adalah fase awal atau tahap permulaan dari pembentukan siklon tropis.
Siklon tropis sendiri merupakan fenomena badai besar yang terbentuk di atas perairan hangat, dengan suhu minimal 26,5 derajat Celsius, dan memiliki radius putaran yang luas, antara 15 hingga 200 kilometer. Siklon tropis dianggap sebagai salah satu fenomena badai paling kuat dan berbahaya di Bumi.
Bibit siklon tropis merupakan fase di mana kecepatan anginnya masih berada dalam rentang 15 hingga 34 knot. Jika kondisi atmosfer mendukung, bibit ini memiliki peluang untuk tumbuh lebih lanjut menjadi siklon tropis matang, di mana kecepatan anginnya mencapai 35 knot atau lebih, dan strukturnya semakin terorganisir membentuk badai besar yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar.
Kapan Bibit Siklon Tropis 91S Berakhir?
Masyarakat tentu menantikan kepastian mengenai seberapa lama potensi ancaman cuaca ekstrem ini akan berlangsung.
Berdasarkan pengumuman terbaru media sosial BMKG, saat ini potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 hingga 72 jam ke depan dikategorikan sebagai peluang rendah.
“Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam kedepan dalam kategori peluang rendah,” demikian keterangan BMKG, dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 10 Desember 2025.
Batas Waktu dan Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon
BMKG telah menetapkan batas waktu perkiraan dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91S. Dampak ini diperkirakan akan terasa dalam kurun 24 jam ke depan, yaitu hingga tanggal 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Dampak tidak langsung yang perlu diwaspadai di wilayah Indonesia hingga batas waktu tersebut adalah sebagai berikut:
1. Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Sejumlah wilayah pesisir Sumatra bagian barat dan selatan diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, meliputi:
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Lampung
2. Peningkatan Gelombang Laut Tinggi
Potensi gelombang laut tinggi masuk dalam kategori Moderate Sea (1,25 hingga 2,5 meter) yang membahayakan aktivitas pelayaran, terutama di perairan berikut:
- Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia Selatan Banten
- Selat Sunda bagian Selatan
Dampak Tak Langsung hingga 11 Desember 2025
Jadi kesimpulannya, Bibit Siklon Tropis 91S akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi hingga batas waktu perkiraan 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Meskipun potensi bibit ini berkembang menjadi siklon tropis penuh tergolong rendah, dampaknya terhadap cuaca dan kondisi maritim tetap perlu diperhatikan.
Adapun informasi tersebut juga dinamis atau bisa berubah sewaktu-waktu seiring pergerakan serta pantauan terkininya.
Oleh karena itu, BMKG secara tegas mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati bila beraktivitas di luar rumah serta memantau informasi terkini dan terverifikasi yang dirilis melalui kanal-kanal resmi BMKG.***