BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur di Awal Desember: Warga Diimbau Waspada

Bagikan :
Prediksi Cuaca Jawa Timur Selasa, 11 Februari 2025 Waspada Hujan Petir di Beberapa Wilayah
Ilustrasi prakiraan cuaca Jawa Timur awal Desember 2025 (Gambar: Pixabay/Pexels)

KabarJawa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jawa Timur telah mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di awal Desember 2025. Adapun periode krusial yang diwaspadai adalah antara 30 November hingga 09 Desember 2025.

Sehubungan dengan data yang mengungkap bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, potensi peningkatan cuaca ekstrem ini diprediksi akan berdampak signifikan dan meluas terhadap aktivitas masyarakat.

Oleh karena itu, warga masyarakat sekitar diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Peta Risiko Jawa Timur yang Berpotensi Terdampak

Berdasarkan rilis resmi BMKG, potensi cuaca ekstrem, yang meliputi hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es, harus diwaspadai di sejumlah kabupaten dan kota.

Wilayah-wilayah yang masuk dalam daftar peringatan dini BMKG meliputi:

  • Pulau Madura: Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Sumenep.
  • Area Metropolitan dan Sekitar: Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Tuban.
  • Wilayah Timur Tapal Kuda: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo, dan Kota Probolinggo.
  • Wilayah Selatan dan Tengah: Kota Batu, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Mojokerto.
  • Wilayah Barat: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi.
Baca juga  Mudik Lebaran Aman, Dishub Jatim Angkut Motor Pemudik Secara Gratis

Penyebab Peningkatan Aktivitas Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi dalam 10 hari ke depan ini didorong oleh beberapa faktor atmosfer yang saling mendukung. Antara lain:

Fenomena Gelombang Atmosfer

Adanya fenomena gelombang atmosfer seperti Low, Kelvin, dan Rossby yang saat ini melintas di wilayah Jawa Timur turut memicu pembentukan awan hujan.

Kondisi Laut

Faktor lain yang mempengaruhinya yaitu berkaitan dengan suhu muka laut di perairan Selat Madura dilaporkan masih cukup signifikan.

Kondisi Atmosfer Lokal

Kondisi atmosfer lokal secara keseluruhan berada dalam keadaan labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas, yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang sangat mungkin disertai dengan petir dan angin kencang.

Imbauan Kesiapsiagaan dari BMKG Juanda

Menanggapi potensi bahaya ini, BMKG sekitar menghimbau seluruh masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal terhadap perubahan cuaca yang mendadak.

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing, BMKG meminta agar kewaspadaan ditingkatkan lebih tinggi.

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Resmi Dilantik, Fokus pada 10 Isu Strategis untuk Kemajuan Daerah

Area-area ini sangat rawan terhadap dampak sekunder cuaca ekstrem seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, kondisi jalan licin dan berkurangnya jarak pandang juga menjadi bahaya serius bagi pengguna jalan.

Kemudian, masyarakat dihimbau untuk tidak hanya mengandalkan informasi lisan, tetapi aktif memantau kondisi cuaca terkini melalui sumber-sumber resmi BMKG.

Dengan mematuhi imbauan dan aktif memantau kondisi cuaca, maka diharapkan masyarakat Jawa Timur dapat meminimalkan dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi hingga 09 Desember 2025.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya