Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Malam Ini: BPPTKG Minta Warga Menjauh, Potensi Masih Tinggi

Bagikan :
Awan Panas Gunung Merapi Malam Ini/Foto: Kementrian ESDM

KabarJawa.com– Pada Kamis, 2 April 2026 pukul 20.05 WIB, guguran awan panas kembali meluncur dari puncak gunung api paling aktif di Indonesia itu.

Luncuran material panas tersebut tercatat melaju sejauh 1.100 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Awan Panas Gunung Merapi Malam Ini

Awan panas dengan amplitudo maksimum 42 mm dan durasi 91,71 detik itu menjadi penanda bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung intens dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga tidak mendekati kawasan berbahaya, terutama alur sungai yang berhulu di Merapi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi resmi dan menjauhi zona potensi bahaya,” ujarnya.

Data pemantauan resmi menunjukkan bahwa aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menandakan adanya suplai magma yang terus berlangsung di dalam tubuh gunung, yang sewaktu-waktu dapat memicu guguran lava maupun awan panas.

Selama periode pengamatan 2 April 2026 pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, petugas mencatat puluhan kejadian kegempaan.

Baca juga  6 Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diblacklist dari Seluruh Taman Nasional, Balai TNGM Bertindak Tegas

Guguran tercatat sebanyak 36 kali dengan amplitudo 2–33 mm dan durasi hingga lebih dari 200 detik. Selain itu, terjadi 23 gempa hybrid atau fase banyak yang menandakan dinamika kompleks di dalam perut gunung.

Di permukaan, pengamatan visual menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 25 meter di atas puncak.

Cuaca mendung dan kelembapan tinggi turut menyelimuti kawasan, menambah kesan mencekam di sekitar lereng Merapi.

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini terfokus di sektor selatan hingga barat daya. Aliran material vulkanik dapat menjangkau Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara itu, sektor tenggara juga tidak luput dari ancaman. Sungai Woro berpotensi terdampak hingga 3 kilometer, dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.

Ancaman tidak hanya datang dari guguran lava dan awan panas. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 kilometer dari kawah. Kondisi ini membuat kawasan sekitar Merapi tetap berada dalam risiko tinggi.

Baca juga  Update Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026: Pengumuman Resmi Kemenag Hari Ini Jam Berapa? Link Streaming di Sini

Imbauan BPPTKG

BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa lahar, terutama saat hujan turun di kawasan puncak dan lereng. Material vulkanik yang terbawa air dapat mengalir deras melalui sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Selain itu, abu vulkanik dari erupsi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kesehatan hingga transportasi.

Oleh karena itu, warga sebaiknya selalu mengikuti informasi resmi dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Di balik keindahan siluetnya yang menjulang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Merapi kembali menunjukkan watak aslinya. Gunung ini tidak pernah benar-benar tidur.

Malam ini, awan panas yang meluncur menjadi pengingat bahwa kehidupan di sekitar Merapi selalu berjalan berdampingan dengan risiko.

Setiap dentuman kecil, setiap guguran, membawa pesan yang sama: alam terus bergerak, dan manusia harus tetap waspada.

BPPTKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi secara intensif. Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau ulang. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid