
KABAR JAWA – PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) mengawali tahun 2025 dengan catatan kinerja yang sangat menggembirakan. Laporan keuangan tahun 2024 menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Pendapatan perusahaan sepanjang tahun 2024 tercatat mencapai Rp 60,110 miliar, naik dari Rp 57,893 miliar pada tahun 2023.
Kenaikan ini juga diikuti oleh laba kotor konsolidasi yang meningkat menjadi Rp 28,941 miliar, dengan beban usaha konsolidasi sebesar Rp 23,917 miliar. Sebagai hasilnya, laba usaha konsolidasi berhasil mencapai Rp 5,024 miliar.
“Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,215 miliar tahun 2024 atau naik sekitar 129 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian ini menjadi milestone penting yang menunjukkan daya tahan dan ketangguhan model bisnis Perseroan di tengah tantangan industri,” ungkap Suwarjono.
Menurut Suwarjono, peningkatan ini tak lepas dari berbagai pengembangan dan inisiatif baru yang dijalankan sepanjang tahun.
DIGI memperluas cakupan bisnisnya dengan menekankan pada kolaborasi komunitas, pengelolaan media sosial, pelaksanaan event, pengembangan jaringan iklan, serta layanan ekosistem media di berbagai wilayah Indonesia.
“Program baru mengorkestrasi komunitas-komunitas di berbagai wilayah, UMKM, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, homeless media, content creator, media lokal, influencer lokal, pelajar, hingga komunitas anak muda peduli isu ekonomi melalui Youth Economic Society (YES),” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pencapaian laba bersih tersebut turut didorong oleh efisiensi pengelolaan keuangan dan refocusing operasional unit usaha yang lebih strategis.
Pencapaian positif ini juga mendapat apresiasi dari Komisaris Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Stephen Kurniawan Sulistyo.
“Capaian laba bersih ini membuktikan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menciptakan keberlanjutan dan profitabilitas di masa depan,” tegasnya saat memimpin jalannya RUPST.
Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen perusahaan, termasuk Direktur/CFO Fastabiqul Khair Algatot, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, serta Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto.
Dalam rapat itu juga disampaikan pengunduran diri Fastabiqul Khair Algatot sebagai Direktur, dan disetujui pengangkatan Popi Puspitasari sebagai pengganti di posisi Direksi.
Usai RUPST, Suwarjono bersama Popi Puspitasari melanjutkan dengan Paparan Publik secara daring menggunakan Zoom. Dalam sesi ini, keduanya mengulas kembali performa keuangan, portofolio produk, dan arah strategi perusahaan ke depan.
Mereka juga menyampaikan optimisme atas prospek pertumbuhan perusahaan dengan memanfaatkan berbagai peluang bisnis baru.
Suwarjono menekankan bahwa perusahaan tetap berpegang pada tiga pilar utama: konten berkualitas dan beragam, pengembangan ekosistem media, serta inovasi berkelanjutan. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional.
Salah satu inisiatif kunci dalam hal ini adalah Nexus Creator Hub, yang menghubungkan key opinion leaders (KOL) dengan klien dalam wadah KOL Management. Melalui platform ini, perusahaan menggandeng influencer lokal sebagai mitra promosi yang efektif.
Di sisi lain, kerja sama strategis juga dijalankan bersama lembaga International Media Support (IMS) melalui Suara.com, yang meluncurkan program Local Media Community.
Inisiatif ini mencakup berbagai kegiatan berkelanjutan seperti Startup for Media Startup (SMS), Women Media Startup, Media Innovation Grant, dan Local Media Summit.
Tak berhenti di situ, pada tahun yang sama, Suara.com juga berkolaborasi dengan CORE Indonesia untuk menggelar Youth Economic Summit yang menyasar generasi muda yang peduli terhadap isu ekonomi.
Perusahaan juga memperkenalkan inisiatif baru bertajuk Suara Hijau, sebuah kanal khusus bertema lingkungan dan transisi energi.
Inisiatif ini diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-11 Suara.com pada Maret 2025. Untuk memperkuat dampak, DIGI membentuk Green Media Network, yaitu jaringan media lokal yang berkomitmen pada isu-isu keberlanjutan.
Dalam pengembangan usahanya, perusahaan juga fokus pada tiga sektor utama lainnya: pengelolaan event, layanan agensi iklan melalui Archipelago Agency dan Iklandisini.com, serta penguatan komunitas berbasis digital.
Platform Yoursay.id, misalnya, kini memiliki 142 ribu anggota aktif dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di tengah situasi yang penuh tantangan, bisnis media memang harus inovatif, bila perlu out of the box. Kami menyadari betul itu, makanya Suara.com dan deretan portal-portal media kami beserta konten-kontennya bukanlah satu-satunya yang bisa kami tawarkan,” kata Suwarjono menutup paparannya.
Dengan pijakan kinerja yang solid dan strategi yang progresif, PT Arkadia Digital Media Tbk optimistis bisa terus tumbuh dan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga ekosistem media digital secara keseluruhan.***