Apa yang Terjadi Jika Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Dampaknya

Bagikan :
Ilustrasi apa yang terjadi jika terkena virus Nipah (Pexels// cottonbro studio)

KabarJawa.com – Belakangan ini, nama Virus Nipah kembali ramai diperbincangkan oleh masyarakat global. Kekhawatiran muncul bukan tanpa alasan.

Pasalnya, virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi dan belum memiliki vaksin khusus hingga saat ini.

Pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat yaitu soal apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika kita terinfeksi virus ini? Apakah hanya sekadar demam biasa?

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai asal-usul, gejala klinis, hingga dampak fatalnya.

Asal-Usul Virus Nipah

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di negara tetangga, Malaysia, pada sebuah peternakan babi.

Menurut WHO, kelelawar buah adalah inang alami (reservoir) virus ini. Uniknya, kelelawar tersebut tidak sakit meski membawa virus.

Penularan ke manusia terjadi karena pergeseran habitat akibat penebangan hutan. Kelelawar yang kehilangan rumah berpindah mendekati pemukiman dan peternakan, menularkan virus ke hewan perantara seperti babi, yang kemudian menularkannya ke manusia.

Baca juga  Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di Bank Indonesia, Buka Jam Berapa? Ini Jadwal dan Caranya

Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Jika seseorang terpapar Virus Nipah, tubuh tidak akan langsung bereaksi. Terdapat masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala pertama muncul.

Berikut adalah fase gejala yang akan dirasakan penderita:

Fase Awal (Gejala Ringan)

Pada tahap ini, gejala yang muncul sangat mirip dengan flu biasa, sehingga seringkali tidak disadari sebagai infeksi berbahaya.

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot.
  • Muntah.

Fase Lanjut (Gejala Berat)

Jika infeksi berlanjut, virus mulai menyerang sistem pernapasan dan saraf pusat.

  • Kesulitan bernapas (sesak napas).
  • Kesulitan menelan.
  • Ensefalitis (Peradangan Otak): Ini adalah kondisi paling kritis. Penderita akan mengalami kantuk berlebihan, disorientasi (linglung), sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati yang drastis.

Dampak Virus Nipah – Koma hingga Kematian

Sementara itu, berdasarkan laman resmi Dinas Kesehatan Pematangsiantar, diketahui bahwa bahwa dampak virus ini sangat bervariasi. Berikut rinciannya

  • Infeksi Ringan: Hanya berupa demam dan nyeri otot.
  • Infeksi Berat: Dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut dan radang otak parah. Kondisi peradangan otak ini dapat memicu kejang, penurunan kesadaran, hingga jatuh dalam kondisi koma dalam waktu 24-48 jam.
Baca juga  Kapan Puasa dan Lebaran Muhammadiyah 2026? Cek Jadwal Resminya

Pada kasus yang paling parah, bahkan infeksi Virus Nipah disebut dapat berujung pada kematian.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Karena obat spesifik belum tersedia, pencegahan adalah kunci utama. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

Hati-hati dengan Air Nira/Aren

Pertama-tama, pastikan tidak mengonsumsi nira mentah langsung dari pohonnya. Kelelawar sering hinggap dan mengontaminasi sadapan nira di malam hari. Pastikan nira dimasak hingga matang sebelum diminum.

Perhatikan Buah dan Masak Daging Matang

Cuci dan kupas buah dengan bersih. Buang buah yang memiliki tanda gigitan hewan (seperti bekas gigi kelelawar).

Selain itu, Pastikan daging ternak dimasak dengan sempurna.

Hindari Kontak Hewan Sakit dan Terapkan Protokol Kesehatan

Terakhir, jangan menyentuh hewan ternak (babi/kuda) yang sakit tanpa Alat Pelindung Diri (APD).

Kemudian, rajinlah mencuci tangan pakai sabun dan gunakan masker jika mengalami gejala sakit.

Ada Gejala Ringan hingga Berat

Jadi kesimpulannya, yang terjadi jika terkena virus Nipah diawali dengan gejala ringan menyerupai flu (demam dan nyeri otot).

Baca juga  Syarat dan Cara Pendaftaran Mudik Gratis Jasa Raharja 2025, Kapan Jadwalnya?

Akan tetapi, gejala ini dapat berkembang cepat menjadi infeksi pernapasan akut dan peradangan otak (ensefalitis) yang berisiko menyebabkan kejang, koma, hingga kematian.

Namun, terdapat berbagai langkah pencegahan virus ini seperti yang sudah dijelaskan di atas. Nah, demikian tadi penjelasan yang akan menjawab pertanyaan soal apa yang terjadi jika kita terjangkit virus Nipah.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya