Apa Itu Controlled Flight into Terrain? Istilah yang Disebut KNKT Soal Insiden ATR 42-500

Bagikan :
Ilustrasi istilah Controlled Flight into Terrain (CFIT) yang belakangan ramai disebut berkaitan dengan insiden pesawat ATR 42-500 (Pexels// ThisIsEngineering)

KabarJawa.com – Misteri jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport mulai terkuak. Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan badan, ekor, dan jendela pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1) pagi.

Berdasarkan temuan di lapangan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan analisis awal mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyebutkan bahwa insiden ini dikategorikan sebagai Controlled Flight into Terrain (CFIT).

“Jadi memang kita mengkategorikan sebagai CFIT. Jadi pesawatnya bisa dikontrol oleh penerbangnya, tapi menabrak bukan sengaja,” ungkap Soerjanto di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Lantas, apa sebenarnya maksud dari istilah CFIT dalam dunia penerbangan? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.

Mengenal Arti Controlled Flight into Terrain (CFIT)

Dalam dunia penerbangan, Controlled Flight into Terrain (CFIT) adalah sebuah kecelakaan di mana sebuah pesawat yang sebenarnya layak terbang (airworthy) dan berada sepenuhnya di bawah kendali pilot, secara tidak sengaja diterbangkan menabrak daratan, gunung, air, atau rintangan lainnya.

Baca juga  Konflik Ambalat: Dua Dekade Sengketa Laut Indonesia–Malaysia yang Tak Kunjung Usai

Istilah yang pertama kali dicetuskan oleh insinyur Boeing pada akhir tahun 1970-an ini menggambarkan situasi tragis di mana kru pesawat sering kali tidak menyadari adanya bahaya tabrakan hingga detik-detik terakhir, atau saat sudah terlambat untuk menghindar.

Penting untuk dicatat bahwa CFIT berbeda dengan kecelakaan akibat kerusakan mesin atau Uncontrolled Flight into Terrain (UFIT). CFIT juga tidak mencakup kejadian yang disengaja seperti tindakan terorisme atau pendaratan darurat paksa.

Karakteristik Utama Kecelakaan CFIT

Untuk membedakan CFIT dengan jenis kecelakaan lain, terdapat tiga karakteristik utama yang menjadi penandanya:

Pesawat Laik Terbang

Tidak ada kerusakan teknis atau masalah mekanis pada pesawat saat kejadian berlangsung. Mesin dan sistem navigasi berfungsi (atau dianggap berfungsi) dengan baik.

Kendali Penuh Pilot

Pesawat masih merespons input dari pilot. Artinya, pesawat tidak jatuh karena kehilangan daya angkat atau stall di luar kendali.

Tidak Disengaja

Tabrakan terjadi murni karena ketidaktahuan atau disorientasi kru terhadap lingkungan sekitar, bukan karena niat untuk menabrakkan pesawat.

Baca juga  Terungkap, Ini Penyebab Menteri KKP Trenggono Pingsan Saat Upacara Pelepasan Jenazah ATR 42-500

Penyebab Umum Terjadinya CFIT

Meskipun pesawat dalam kondisi prima, mengapa kecelakaan fatal ini bisa terjadi? Berikut adalah beberapa faktor penyebab utamanya:

Hilangnya Kesadaran Situasional (Loss of Situational Awareness)

Ini adalah penyebab umumnya. Pilot tidak mengetahui secara pasti posisi pesawatnya (apakah terlalu rendah atau terlalu dekat dengan bukit) atau tidak sadar akan kontur daratan di depannya.

Keterbatasan Visibilitas

Pesawat terbang memasuki area berkabut tebal, awan gelap, atau terbang malam hari tanpa bantuan instrumen visual yang memadai, sehingga pilot tidak melihat adanya gunung atau bukit di depan.

Kesalahan Navigasi

Kesalahan dalam membaca peta pendekatan (approach plate), salah menafsirkan instrumen, atau kerusakan alat navigasi yang memberikan informasi ketinggian yang keliru.

Kelelahan atau Distraksi

Faktor manusia (human error) sangat dominan. Kelelahan (fatigue) dapat menyebabkan pilot profesional sekalipun membuat kesalahan fatal atau terlalu fokus pada satu instrumen sehingga mengabaikan peringatan kedekatan dengan tanah.

Insiden yang Terjadi Saat Pesawat Masih Laik Terbang

Jadi kesimpulannya, Controlled Flight into Terrain (CFIT) adalah jenis kecelakaan di mana pesawat yang masih laik terbang dan sepenuhnya di bawah kendali pilot secara tidak sengaja menabrak tanah, gunung, air, atau rintangan lain.

Baca juga  Apakah Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan? Ini Update Info Terbarunya

Hal ini biasanya terjadi karena awak pesawat tidak menyadari bahaya yang akan datang hingga terlambat untuk menghindarinya.

Seringkali insiden ini dipicu oleh disorientasi pilot, hilangnya kesadaran situasional (situational awareness), atau kondisi cuaca buruk yang menghalangi pandangan pilot terhadap medan di sekitarnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid