Konflik Ambalat: Dua Dekade Sengketa Laut Indonesia–Malaysia yang Tak Kunjung Usai

Bagikan :
Konflik Ambalat/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA – Dua puluh tahun lalu, amarah rakyat Indonesia memuncak. Tahun 2005, nama Ambalat mendadak menjadi sorotan nasional, memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia.

Bahkan, bara emosi nyaris meledak menjadi konflik bersenjata. Kini, dua dekade berselang, luka lama itu kembali terkuak.

Ambalat kembali menjadi panggung tarik-menarik kepentingan. Laut Sulawesi tidak hanya menyimpan kekayaan sumber daya, tetapi juga menjadi ujian kedewasaan diplomasi kedua negara.

Dua puluh tahun telah berlalu, dan dunia menunggu: apakah sengketa ini akan berakhir dengan peta baru atau babak baru perseteruan?

Konflik Ambalat

Kaprodi Magister Teknik Geomatika, Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa persoalan Ambalat adalah cerita panjang yang belum menemukan titik akhir.

“Kita bicara tentang Laut Sulawesi, wilayah strategis di timur Pulau Borneo atau Kalimantan. Menurut dokumen resmi International Hydrographic Organization (IHO) S-23, wilayah ini diakui dunia sebagai Laut Sulawesi,” ujarnya.

Batas darat Indonesia–Malaysia sejatinya sudah diatur sejak masa kolonial Inggris dan Belanda. Garis itu membelah Pulau Sebatik menjadi dua bagian.

Baca juga  Ibunda Deddy Corbuzier Heniwaty Meninggal Dunia Kenapa, Apakah Sakit? Ini Profil Singkat dan Penyebab Wafat

Namun, masalah besar muncul ketika garis batas berhenti di tepi pantai. Tidak ada kelanjutan ke arah laut. Akibatnya, pembagian ruang laut di Laut Sulawesi belum pernah disepakati, bahkan hingga hari ini.

Indonesia sejak awal beranggapan bahwa garis batas darat itu seharusnya diteruskan hingga koordinat 4°10’ Lintang Utara.

Dengan begitu, seluruh wilayah di selatan garis tersebut menjadi milik Indonesia. Sayangnya, ini hanyalah kehendak Indonesia, bukan kesepakatan bersama dengan Malaysia.

Klaim Sepihak

Sejak 1960-an, Indonesia sudah mengeluarkan klaim atas dasar laut melalui blok konsesi eksplorasi dan eksploitasi minyak.

Tahun 1966 dan 1970, blok-blok itu resmi diumumkan. Tidak mau kalah, Malaysia pada 1979 menerbitkan Peta Batu yang memperluas klaimnya secara sepihak.

“Indonesia memprotes keras peta itu karena dianggap berlebihan. Filipina pun ikut menolak. Tapi Malaysia tetap jalan,” kata Made Andi.

Faktanya, kedua negara terus membuat klaim sepihak tanpa pernah bersepakat. Indonesia bahkan tetap mengeluarkan blok konsesi lain seperti Sebawang dan Bukat.

Tahun 1999, Indonesia resmi menetapkan blok laut bernama Ambalat. Inilah awal kemunculan nama yang kini terkenal. Lima tahun kemudian, pada 2004, Indonesia menambah Blok Ambalat Timur.

Baca juga  Lowongan Kerja Dinas PPKUKM DKI Jakarta: Ada 7 Formasi, Ini Link Daftarnya

Krisis meledak pada 2005. Malaysia mengumumkan blok ND6 dan ND7 yang tumpang tindih dengan wilayah konsesi Indonesia, termasuk Ambalat.

Sengketa memanas, kapal perang kedua negara sempat saling berhadapan, dan publik di kedua belah pihak ikut terbakar emosinya.

Dua Dekade Negosiasi

Sejak 2005, Indonesia dan Malaysia terus berunding. Targetnya sederhana namun sulit: membuat garis batas final di Laut Sulawesi. Namun hingga kini, kesepakatan itu masih sebatas harapan.

Persoalan semakin rumit karena adanya Pulau Sipadan dan Ligitan yang menjadi milik Malaysia setelah putusan Mahkamah Internasional pada 2002.

Indonesia menilai kedua pulau itu hanyalah pulau kecil yang seharusnya hanya memiliki 12 mil laut teritorial. Dengan pandangan itu, Indonesia mengusulkan garis batas yang lebih menguntungkan. Malaysia menolak, tetap memegang peta 1979.

Tumpang tindih klaim pun luas. Blok Ambalat, Ambalat Timur, ND6, dan ND7 semuanya berada di wilayah sengketa.

Menurut Made Andi, penyelesaian ideal adalah menetapkan garis batas permanen yang diakui kedua pihak.

Alternatif lain adalah kerja sama eksplorasi bersama di wilayah tumpang tindih, sebagaimana pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Juli lalu. Namun, solusi ini bukan perkara mudah.

Baca juga  Profil & Akun IG Ranea Ezreen, Pemeran Dewi Film Drama Malaysia Bidaah yang Lagi Viral di TikTok

“Butuh kesabaran, pikiran jernih, dan komitmen politik yang kuat. Indonesia dan Malaysia adalah bangsa serumpun. Apa pun yang terjadi, kita tidak boleh sampai pecah,” tegasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?