
Kabarjawa – Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara. Peranan Wali Songo dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam di tanah Jawa meninggalkan jejak spiritual yang kuat hingga kini.
Destinasi wisata religi yang berhubungan dengan para wali ini kerap menjadi tujuan ziarah bagi banyak peziarah dari berbagai daerah, terutama di bulan Ramadan. Berikut adalah lima destinasi wisata religi peninggalan Wali Songo di Jawa Timur yang wajib dikunjungi.
1. Makam Sunan Ampel
Sunan Ampel, atau Raden Rahmat, dikenal sebagai “Bapak Para Wali” yang memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Metode dakwahnya yang terkenal adalah “Moh Limo,” ajakan untuk menghindari lima perbuatan tercela seperti berjudi, mabuk, mencuri, menghisap candu, dan berzina.
Makam Sunan Ampel terletak di kawasan Kampung Ampel, Surabaya, berdampingan dengan Masjid Ampel yang megah. Selain berziarah, pengunjung bisa merasakan suasana khas Timur Tengah di Kampung Arab yang berada di sekitar makam.
2. Makam Sunan Bonang
Syekh Maulana Makdum Ibrahim, atau Sunan Bonang, dikenal menggunakan seni dan budaya sebagai sarana dakwahnya. Ia menciptakan syair-syair Islami yang dilantunkan dengan iringan gamelan, seperti “Tombo Ati” yang masih populer hingga kini.
Makam Sunan Bonang terletak di belakang Masjid Agung Tuban, di Desa Kutorejo. Di sekitar area makam, terdapat sumur Qur’an yang diyakini membawa keberkahan bagi para peziarah.
3. Makam Sunan Giri
Sunan Giri, atau Raden Paku, tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai raja yang memimpin Kerajaan Giri Kedaton.
Pengaruh dakwahnya meluas hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Maluku. Makam Sunan Giri berlokasi di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik. Bangunan makamnya memiliki ciri khas arsitektur Jawa dengan rumah joglo yang menambah nuansa sakral dan tenang bagi para peziarah.
4. Makam Sunan Drajat
Sunan Drajat, atau Raden Qasim, adalah putra Sunan Ampel yang melanjutkan perjuangan dakwah ayahnya. Ia dikenal karena metode dakwahnya yang humanis, merangkul masyarakat dengan pendekatan sosial dan budaya.
Sunan Drajat juga menggunakan gamelan sebagai media dakwah, menciptakan tembang macapat seperti “Pangkur” yang sarat akan pesan moral. Makam Sunan Drajat berada di Desa Drajat, Lamongan, dan sering menjadi tujuan ziarah serta tempat pembelajaran sejarah Islam di Jawa.
5. Makam Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
Sebagai penyebar Islam pertama di Jawa, Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan pendekatan dakwah melalui perdagangan dan kegiatan sosial.
Ia mengajarkan cara bercocok tanam kepada masyarakat untuk membantu perekonomian lokal. Makamnya yang terletak di Gresik memiliki keunikan arsitektur khas Gujarat dengan ukiran kaligrafi Arab yang mempesona. Makam Sunan Gresik menjadi salah satu situs ziarah paling ikonik di Jawa Timur.
Jawa Timur menjadi saksi bisu perjalanan dakwah para Wali Songo yang membawa ajaran Islam dengan pendekatan budaya dan sosial yang harmonis.
Berziarah ke makam para wali bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga mendalami nilai-nilai spiritual yang mereka wariskan. Mengunjungi tempat-tempat ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, penuh dengan kedamaian dan inspirasi.(Kabarjawa)