
KABAR JAWA – Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga surga wisata yang menawarkan banyak pengalaman tak terlupakan tanpa menguras dompet.
Dan di tahun 2025 ini, sejumlah tempat wisata gratis di Jogja semakin ramai dikunjungi, khususnya oleh para backpacker dan pelancong yang ingin liburan hemat.
Dengan nuansa budaya yang kental, lanskap kota yang ramah, serta suasana hangat khas warga Jogja, Anda bisa menikmati berbagai atraksi menarik tanpa biaya tiket masuk.
Berikut ini adalah tujuh destinasi wisata gratis di Jogja yang paling populer di tahun 2025 dan patut masuk dalam daftar liburan Anda:
1. Istana Kepresidenan Gedung Agung
Tepat di kawasan pusat kota Yogyakarta, berdiri megah Istana Kepresidenan Gedung Agung, salah satu dari enam istana resmi Presiden Republik Indonesia.
Dibangun pada tahun 1832, bangunan ini dahulu menjadi tempat tinggal residen dan Gubernur Belanda.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, antara tahun 1946 hingga 1949, gedung ini menjadi kediaman Presiden Soekarno ketika Yogyakarta ditetapkan sebagai ibu kota sementara Indonesia.
Meskipun statusnya sebagai istana kenegaraan, masyarakat umum tetap bisa masuk ke area Gedung Agung secara gratis.
Namun, perlu dicatat bahwa pengunjung harus melakukan reservasi lebih dahulu karena kuota hariannya cukup terbatas.
2. Jalan Malioboro
Siapa yang belum pernah mendengar Jalan Malioboro? Jalan legendaris ini merupakan jantung pariwisata Yogyakarta yang menawarkan suasana khas kota budaya.
Sepanjang jalan, Anda bisa menemukan pedagang kaki lima, penjual oleh-oleh, serta pertunjukan seni jalanan yang menambah daya tariknya.
Letaknya cukup strategis dan dekat dengan berbagai landmark terkenal seperti Stasiun Tugu, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, serta Titik Nol Kilometer.
Malioboro bukan hanya tempat belanja, tetapi juga memiliki makna filosofis mendalam dalam tata kota Keraton Yogyakarta, bagian dari konsep “catur gatra tunggal” yang meliputi istana, masjid, alun-alun, dan pusat perdagangan.
3. Kampung Dolanan Pandes
Di Kabupaten Bantul, tepatnya di Pandes, Panggungharjo, terdapat sebuah kampung wisata yang menghadirkan pengalaman berbeda: Kampung Dolanan.
Di sini, anak-anak dan orang dewasa bisa mengenal kembali permainan tradisional seperti egrang, congklak, hingga bermain gamelan.
Suasana desa yang alami membuat tempat ini cocok untuk wisata edukatif yang menyenangkan.
Tak hanya bermain, pengunjung juga bisa mencoba membuat wayang dari bahan-bahan sederhana.
Menariknya, siapapun bisa masuk ke desa wisata ini secara gratis.
4. Museum Sandi
Museum Sandi merupakan tempat unik yang cocok untuk Anda yang menyukai sejarah dan teknologi informasi.
Berlokasi di Jalan Faridan Muridan Noto, Kotabaru, museum ini mengangkat tema persandian dan kriptografi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pengunjung bisa melihat berbagai mesin sandi kuno yang pernah digunakan negara-negara besar, termasuk koleksi dari NATO dan Amerika Serikat.
Selain itu, museum ini menyajikan perjalanan sejarah sistem penyandian dari masa ke masa.
Akses ke museum ini tidak dikenai tiket masuk, Anda hanya perlu membayar biaya parkir jika membawa kendaraan pribadi.
5. Kampung Ketandan
Tidak jauh dari Jalan Malioboro, Anda bisa menemukan kawasan Kampung Ketandan yang dikenal sebagai Pecinan Kota Yogyakarta.
Kampung ini menyimpan jejak sejarah akulturasi antara budaya Tionghoa, budaya Keraton, dan masyarakat lokal sejak dua abad silam.
Di sekitar Jalan Ahmad Yani dan Los Pasar Beringharjo, Anda bisa menjelajahi gang-gang kecil yang dihiasi arsitektur khas Tionghoa dan rumah-rumah kuno yang masih terawat.
Kampung Ketandan juga menjadi lokasi utama perayaan Imlek dan Festival Budaya Tionghoa tiap tahunnya.
Tidak ada tiket masuk ke area ini, dan pengalaman budayanya sangat kaya.
6. Desa Wisata Kasongan
Jika Anda tertarik dengan seni kriya dan kerajinan tangan, maka Desa Wisata Kasongan di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Desa ini terkenal sebagai pusat pembuatan gerabah, dari kendi dan guci hingga patung dan pot bunga yang sering diekspor ke mancanegara.
Selain melihat hasil karya para pengrajin, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung proses pembuatan gerabah.
Beberapa tempat bahkan menyediakan aktivitas interaktif bagi anak-anak untuk belajar membentuk tanah liat menjadi karya seni.
Menariknya, desa ini dapat dijelajahi tanpa biaya tiket masuk.
7. Titik Nol Kilometer
Tepat di pertemuan beberapa jalan besar di pusat kota, terdapat kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi.
Area ini menjadi tempat favorit untuk bersantai sore hari sambil menikmati lalu lintas kota dan pertunjukan seniman jalanan.
Dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar, Gedung Bank Indonesia, dan Benteng Vredeburg, kawasan ini merupakan pusat aktivitas publik yang terbuka dan gratis untuk siapa saja.
Selain itu, banyak komunitas yang menggelar pertunjukan seni, membuat suasana semakin hidup.
Nah, itu tadi beberapa tempat wisata di Jogja yang gratis dan populer di tahun 2025 ini.***