
KabarJawa.com – Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi akan dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Mataram, Astana Pajimatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 5 November 2025.
Adapun prosesi pemakaman ini dilaksanakan dengan penuh penghormatan, mengikuti tata upacara adat keraton yang sarat makna spiritual dan tradisi leluhur.
Nantinya bakal ada iring-iringan jenazah Pakubuwono XIII akan bergerak dari Keraton Surakarta menuju Yogyakarta.
Rombongan besar ini diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat luas, baik di sepanjang jalan yang dilalui maupun mereka yang ingin menyaksikan prosesi secara daring.
Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta menyediakan fasilitas pemantauan lalu lintas secara langsung melalui siaran CCTV yang dapat diakses publik.
Link Live CCTV Iring-iringan Jenazah Pakubuwono XIII
Melalui pengumuman resmi yang dirilis oleh Dishub Surakarta, masyarakat kini dapat memantau jalannya iring-iringan secara langsung melalui link di bawah ini.
Live CCTV Iring-iringan Jenazah Raja Solo:
- https://www.youtube.com/@ATCSDISHUBSURAKARTA/streams
Tautan ini menampilkan sejumlah titik jalan di Kota Solo yang sudah dipasangi kamera pengawas (CCTV) aktif.
Dengan adanya siaran langsung tersebut, masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas secara real time.
Mereka yang berencana melewati jalur yang sama dapat mencari alternatif rute untuk menghindari kemacetan.
Selain itu, warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dapat memantau titik-titik strategis tempat iring-iringan akan melintas.
Jalur yang Dilalui Iring-iringan dari Solo ke Yogyakarta
Sementara, berdasarkan keterangan resmi dari pihak Keraton Surakarta, prosesi iring-iringan jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII akan dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Dari sana, rombongan akan melewati beberapa titik utama di Kota Solo sebelum menuju Yogyakarta. Adapun jalurnya meliputi:
- Alun-alun Selatan
- Perempatan Gading
- Perempatan Gemblengan
- Perempatan Nonongan
- Loji Gandrung
Setelah melewati kawasan tersebut, rombongan akan melanjutkan perjalanan panjang menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, melewati sejumlah ruas jalan utama hingga akhirnya tiba di Astana Pajimatan Imogiri, tempat peristirahatan terakhir raja-raja Mataram.
Warga Diimbau Tetap Tertib dan Menghormati Prosesi
Kehadiran platform siaran langsung CCTV ini bukan hanya sekadar untuk memudahkan masyarakat menyaksikan prosesi bersejarah, tetapi juga untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Masyarakat pun diimbagu agar tetap tertib, tidak berhenti sembarangan di jalan, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan.
Dengan adanya fasilitas live streaming dari ATCS Dishub Surakarta, diharapkan masyarakat dapat memberikan penghormatan kepada almarhum dengan cara yang tertib, aman, dan penuh hormat.
Dan prosesi pemakaman ini tak hanya menjadi peristiwa duka bagi keluarga besar keraton, tetapi juga momen refleksi bagi masyarakat luas tentang nilai-nilai keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian seorang raja yang telah menjadi bagian penting dari sejarah budaya Jawa.***