
KabarJawa.com – Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, akan dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari ini Rabu, 5 November 2025.
Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan tata cara adat keraton yang sakral dan penuh penghormatan, sebagaimana tradisi yang telah dijaga turun-temurun oleh keluarga besar Mataram.
Prosesi pemakaman akan dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat dan dilanjutkan dengan perjalanan iring-iringan menuju Yogyakarta.
Karena prosesi ini akan melibatkan rombongan besar, pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan sejumlah ruas jalan utama di sekitar keraton. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kekhidmatan jalannya prosesi.
Penutupan Jalan di Sekitar Keraton Surakarta
Menurut informasi resmi dari Dishub Surakarta, beberapa ruas jalan di pusat kota akan ditutup sementara selama prosesi berlangsung.
Penutupan dilakukan untuk memberi ruang bagi iring-iringan jenazah dan menjaga kelancaran pelaksanaan upacara adat.
Ruas jalan yang terdampak antara lain:
- Jalan Diponegoro
- Jalan Wirengan
- Jalan di sekitar Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta
Selain itu, pintu masuk ke area Alun-Alun Barat dan Alun-Alun Timur juga akan ditutup sementara. Penutupan ini bersifat situasional, artinya waktu dan durasinya akan menyesuaikan dengan pergerakan rombongan iring-iringan dari dalam area keraton hingga keluar kota.
Area Parkir dan Akses untuk Masyarakat
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi pemakaman atau memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, pemerintah kota telah menyiapkan beberapa titik parkir umum yang aman dan mudah dijangkau. Lokasi parkir tersedia di:
- Alun-Alun Utara
- Pasar Cenderamata
- Pasar Klewer
- Kawasan Pagelaran
Sementara itu, kendaraan pribadi yang hendak menuju area keraton hanya diperbolehkan untuk berhenti sejenak di sekitar Kamandungan untuk keperluan drop off.
Setelah itu, pengemudi wajib memindahkan kendaraan ke area parkir yang telah ditentukan agar tidak menghambat arus lalu lintas.
Imbauan untuk Warga Surakarta
Adapun warga masyarakat diimbau ikut menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung. Mereka diharapkan tidak berhenti sembarangan di sepanjang jalur iring-iringan dan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan.
Selain demi menghormati almarhum Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, langkah ini juga penting untuk memastikan keselamatan bersama serta kelancaran arus kendaraan di Kota Surakarta.
Prosesi Penuh Makna
Di samping itu, perlu diketahu ibahwa pemakaman Pakubuwono XIII bukan sekadar peristiwa duka bagi keluarga keraton, tetapi juga menjadi momen penghormatan terhadap sosok pemimpin yang telah berjasa besar dalam menjaga warisan budaya Jawa.
Dengan pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan dan kerja sama masyarakat, diharapkan seluruh prosesi dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat hingga rombongan tiba di Astana Pajimatan Imogiri, tempat peristirahatan terakhir para raja Mataram.***