Larangan Wisuda SMA/SMK di Jawa Timur: Solusi Efektif untuk Meringankan Beban Wali Murid

Bagikan :
Larangan Wisuda SMASMK di Jawa Timur Solusi Efektif untuk Meringankan Beban Wali Murid
Larangan Wisuda SMASMK di Jawa Timur Solusi Efektif untuk Meringankan Beban Wali Murid(Sumber gambar : ilustrasi: pinterest/Dilay Kulkul)

Kabarjawa – Dinas Pendidikan Jawa Timur baru-baru ini mengeluarkan kebijakan penting terkait penyelenggaraan kelulusan siswa di jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan ini melarang pelaksanaan wisuda atau purnawiyata yang selama ini menjadi tradisi di banyak sekolah.

Keputusan ini disambut baik oleh banyak pihak, termasuk sekolah dan wali murid, karena dianggap mampu mengurangi beban finansial keluarga siswa. Lantas, bagaimana implementasi kebijakan ini di lapangan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sekolah Mendukung Kebijakan Larangan Wisuda

Sejumlah sekolah di Jawa Timur menyambut baik keputusan ini. Kepala SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanafi, menyatakan kesiapannya dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Menurutnya, instruksi ini bertujuan agar sekolah lebih efisien dan tidak memberikan beban tambahan kepada siswa dan orang tua.

Sebagai solusi, sekolahnya telah menyiapkan agenda kelulusan yang digabung dengan acara lainnya, seperti dies natalis, pentas seni, dan job fair.

Langkah ini dinilai lebih bermanfaat karena selain merayakan kelulusan, siswa juga memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan sebelum meninggalkan sekolah.

Baca juga  Tradisi Buto-Butoan Jember: Simbol Pengendalian Diri Menjelang Ramadan

“Kami yakin bahwa dengan cara ini, siswa bisa mendapatkan manfaat lebih besar daripada sekadar seremoni wisuda,” ujarnya.

Efek Positif bagi Wali Murid

Para wali murid juga merespons positif kebijakan ini. Agus Santoso, salah satu orang tua siswa, menilai bahwa wisuda di tingkat SMA/SMK hanya merupakan acara seremonial yang kurang efektif.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini ada banyak pungutan yang harus dibayarkan orang tua untuk acara tersebut, terutama jika dilakukan di luar sekolah atau di hotel.

Hal senada disampaikan oleh Ida Benita, wali murid asal Trenggalek. Ia mengatakan bahwa dalam pengalaman sebelumnya, purnawiyata anaknya membutuhkan biaya tambahan untuk sewa baju, makeup, serta iuran yang jumlahnya tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia merasa bersyukur jika kebijakan ini benar-benar diterapkan di seluruh sekolah di Jawa Timur.

Langkah Preventif untuk Mencegah Pungutan Lain

Meskipun banyak yang mendukung kebijakan ini, beberapa wali murid tetap menyimpan kekhawatiran terkait kemungkinan adanya pungutan dalam bentuk lain.

Mereka berharap sekolah tidak mencari celah untuk tetap menarik iuran dengan dalih kebutuhan lain, seperti kenang-kenangan atau acara tambahan.

Baca juga  Tol Baru Sambut Banyuwangi: Progres Proyek Kraksaan-Paiton Hampir Rampung

Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan bahwa instruksi ini harus dipatuhi oleh semua sekolah tanpa terkecuali. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa kelulusan harus dilakukan secara kreatif dan inovatif tanpa membebani wali murid.

Larangan penyelenggaraan wisuda atau purnawiyata bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur merupakan langkah strategis untuk meringankan beban orang tua serta menciptakan kelulusan yang lebih bermakna.

Dengan alternatif seperti penggabungan acara kelulusan dengan kegiatan sekolah lainnya, siswa tetap bisa merayakan kelulusan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

Namun, pengawasan ketat perlu dilakukan agar kebijakan ini tidak disiasati dengan pungutan dalam bentuk lain. Semoga kebijakan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi semua pihak.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid