
Kabarjawa – Sebuah jembatan penghubung ambruk antara Kecamatan Kalibening dan Kecamatan Karangkobar di Desa Kalibombong, Banjarnegara, ambruk akibat terjangan banjir pada Kamis sore (6/3).
Derasnya arus sungai Kalibombong yang meluap setelah hujan deras sejak siang hari menyebabkan struktur jembatan tak mampu menahan tekanan air dan akhirnya roboh.
Jembatan Kalibombong Putus Total Akibat Banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah Banjarnegara sejak siang hari mengakibatkan debit air Sungai Kalibombong meningkat drastis.
Akibatnya, arus deras menghantam jembatan yang menjadi jalur utama warga untuk bepergian dari Kalibening ke Karangkobar dan sebaliknya.Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jembatan yang sudah putus total.
Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @infobanjarnegaraterkini, terlihat arus sungai masih sangat deras, menandakan betapa kuatnya banjir yang melanda kawasan tersebut.
Warga Kaget dengan Suara Gemuruh Sebelum Jembatan Ambruk
Salah satu warga Desa Kalibombong, Purwanto, mengatakan bahwa jembatan mulai ambruk sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, terdengar suara gemuruh yang mengagetkan warga sekitar.
“Awalnya terdengar suara gemuruh yang cukup keras. Tak lama setelah itu, jembatan mulai runtuh terbawa arus sungai yang deras,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa curah hujan yang tinggi sejak siang hari menjadi penyebab utama naiknya debit sungai, sehingga jembatan tak mampu bertahan dan akhirnya roboh.
Akses Warga Terganggu, Harus Memutar Jauh
Putusnya jembatan ini memberikan dampak signifikan bagi mobilitas warga. Sebagai jalur utama yang menghubungkan Kalibening dan Karangkobar, warga kini harus mencari alternatif jalan lain yang lebih jauh untuk bepergian.
“Biasanya warga bisa lebih cepat sampai dengan melewati jembatan ini. Sekarang harus memutar jauh melalui jalur utama yang lebih panjang,” tambah Purwanto.
BPBD Banjarnegara Lakukan Pendataan dan Penanganan
Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo, membenarkan peristiwa tersebut.
Pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan serta menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
“Tim sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Memang hujan di wilayah atas cukup deras, sehingga menyebabkan banjir di area ini,” jelasnya.
Banjir yang terjadi di Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, menyebabkan jembatan penghubung antar kecamatan ambruk.
Akibat kejadian ini, warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas. BPBD Banjarnegara telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur yang lebih kuat dan sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana alam, terutama di daerah rawan banjir.(Kabarjawa)