
KabarJawa.com – Tragedi ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus meninggalkan duka mendalam.
Tim SAR setempat pun belakangan ini merilis angka sementara korban peristiwa ini, termasuk berapa banyak orang yang kehilangan nyawa.
Berdasarkan pengumuman resminya, hingga Senin malam, 6 Oktober 2025, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah setelah tim gabungan menemukan sejumlah jasad baru dari balik tumpukan reruntuhan bangunan.
Proses Pencarian Berlangsung Penuh Tantangan
Upaya pencarian korban dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta relawan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., yang bertugas sebagai On Scene Coordinator, mengungkapkan bahwa pencarian pada hari kedelapan menjadi salah satu yang paling sulit. Hal ini karena sebagian korban tertimbun di bawah material bangunan yang sangat berat dan padat.
Nanang menjelaskan bahwa tim harus menggunakan berbagai peralatan berat seperti excavator, breaker, serta crane untuk mengangkat material besar yang menimpa korban. Namun, beban reruntuhan yang luar biasa membuat proses tersebut berjalan lambat.
Dalam beberapa titik, tim bahkan terpaksa beralih ke metode manual untuk menjaga keselamatan para petugas yang bekerja di area berisiko tinggi.
Menurut dia, proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan bergantian antara penggunaan alat berat dan tenaga manual. Ia mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga memastikan keselamatan seluruh petugas di lapangan.
Korban Ditemukan setelah Evakuasi Maraton
Sejak pagi hingga malam, tim SAR bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi para korban. Pada hari kedelapan pencarian, 12 korban berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena banyak bagian bangunan yang masih tidak stabil. Tim juga menggunakan peralatan ekstrikasi khusus untuk memotong besi dan menyingkirkan material beton yang menimpa para korban.
Nanang menambahkan bahwa semangat para petugas tidak surut meskipun kondisi di lapangan semakin sulit.
Dukungan dari masyarakat sekitar dan keluarga korban yang terus menunggu kabar menjadi penguat bagi tim dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
Berapa Jumlah Total Korban Meninggal karena Ponpes Ambruk di Sidoarjo?
Berdasarkan laporan terakhir, total korban dalam insiden runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny mencapai 170 orang.
Dari jumlah tersebut, tim SAR mengungkap bahwa 104 orang dinyatakan selamat, sedangkan 66 orang meninggal dunia. Tujuh di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak utuh atau hanya berupa bagian tubuh (body part).
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Di rumah sakit tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Kepolisian Daerah Jawa Timur melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Tragedi yang Guncang Sidoarjo
Peristiwa ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi salah satu bencana paling memilukan di Kabupaten Sidoarjo tahun ini.
Selain menyebabkan puluhan korban jiwa, kejadian ini juga menggugah kepedulian banyak pihak terhadap keselamatan bangunan pendidikan berbasis pesantren di berbagai daerah.
Untuk diketahui, peristiwa itu telah terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu. Adapun sebagai buntut atas insiden ini, tak sedikit pakar yang kemudian menduga adanya kekeliruan dalam konstruksi bangunan itu.
Di samping itu, kabarnya hingga kini proses pencarian serta pembersihan reruntuhan masih terus dilakukan.***