
KabarJawa.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pertamina 54.651.75 Karanglo, Kabupaten Malang, Minggu (28/6), untuk memastikan ketersediaan stok solar sekaligus memantau kelancaran distribusinya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Malang M. Sanusi. Keduanya meninjau langsung aktivitas pelayanan di SPBU, berdialog dengan pengelola, serta mengamati proses penyaluran solar kepada masyarakat guna memastikan pelayanan tetap berlangsung dengan baik dan distribusi berjalan sesuai sasaran.
Sidak Dilakukan untuk Memastikan Distribusi Solar Tetap Lancar
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan terus memantau kondisi distribusi bahan bakar minyak, khususnya solar, di berbagai daerah yang mengalami peningkatan permintaan.
Sidak ke SPBU Karanglo menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan pengisian bahan bakar tanpa kendala.
Selama peninjauan, Gubernur Khofifah melihat secara langsung kondisi operasional SPBU, termasuk proses pelayanan kepada para pengendara yang mengantre. Pemerintah juga ingin memastikan stok solar tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Selain memantau stok, kunjungan tersebut menjadi sarana evaluasi terhadap kelancaran distribusi BBM di lapangan, terutama pada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan dalam beberapa waktu terakhir.
Pemprov Jatim Terus Berkoordinasi dengan Pertamina
Khofifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalin koordinasi dengan Pertamina agar suplai solar ke SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan dapat segera ditambah.
Langkah tersebut ditempuh sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kekosongan stok dan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Menurutnya, penambahan pasokan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi sehingga SPBU yang mengalami lonjakan permintaan dapat segera memperoleh tambahan distribusi.
Dengan koordinasi tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga sekaligus menghindari terganggunya aktivitas masyarakat yang membutuhkan solar.
Masyarakat Diminta Tidak Panik Menghadapi Antrean
Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak khawatir meskipun di sejumlah SPBU terlihat antrean kendaraan yang cukup panjang.
Ia menegaskan bahwa Pertamina telah memastikan penambahan suplai solar dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Meski terjadi antrean panjang, Pertamina terus menambah suplai solar ke SPBU sesuai kebutuhan. Pertamina juga memastikan stok solar dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga distribusi kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” kata sang Gubernur.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa ketersediaan solar masih berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.
Pengawasan Distribusi Solar Akan Terus Diperkuat
Gubernur Jawa Timur menilai pengaturan distribusi memiliki peran penting untuk memastikan penyaluran solar bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Karena itu, pengawasan terhadap proses distribusi akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak-pihak terkait.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga ketepatan sasaran dalam penyaluran solar sekaligus memastikan distribusi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah juga ingin memastikan tidak terjadi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi untuk Respons Cepat Pertamina
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas langkah cepat dalam menambah pasokan solar ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak di berbagai wilayah Jawa Timur.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu memberikan kepastian layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan.***