
KabarJawa.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belakangan mengungkap bahwa pihaknya akan mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem pada awal 2026.
Salah satu upaya yang ditempuh ialah penerapan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC yang dijalankan hingga 31 Januari 2026.
Dalam pengumuman resminya, diketahui bahwa kebijakan ini merupakan respons atas peringatan dini cuaca ekstrem yang disampaikan oleh BMKG.
Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan publik, khususnya siapapun yang belum mengetahui apa itu OMC. Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.
Instruksi Langsung Gubernur Jawa Timur
Sebagai informasi, pelaksanaan OMC merupakan arahan langsung dari Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang berpotensi meningkat akibat curah hujan tinggi.
Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Dengan pengendalian cuaca yang terukur, diharapkan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
Apa Itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?
Operasi Modifikasi Cuaca adalah upaya teknologi untuk memengaruhi proses pembentukan hujan di atmosfer. Praktik ini umumnya dilakukan dengan cara menaburkan bahan tertentu ke awan menggunakan pesawat, sehingga hujan dapat dipercepat, dialihkan, atau intensitasnya dikendalikan.
Dalam konteks mitigasi bencana, OMC bertujuan mengurangi curah hujan ekstrem di wilayah rawan agar tidak memicu banjir atau longsor.
Peran BPBD dalam Pelaksanaan OMC
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur. BPBD bertugas memantau perkembangan cuaca.
Juga, mengoordinasikan pelaksanaan OMC di lapangan, serta memastikan langkah mitigasi berjalan optimal dan sesuai kebutuhan daerah rawan bencana.
Imbauan Kewaspadaan kepada Masyarakat
Di tengah pelaksanaan OMC, Gubernur Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Dampak hidrometeorologi dinilai masih berpotensi terjadi, sehingga peran aktif warga dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan tetap sangat diperlukan.
Melalui unggahan di media sosial resminya, kini diketahui bahwa Khofifah menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat Jawa Timur menjaga kewaspadaan dan bersama-sama menciptakan suasana aman di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
“Mohon waspada jaga suasana aman. Dampak Hidrometeorologi masih harus diwaspadai bersama. Semoga selamat dan aman semua,” kata Khofifah lewat Instagram khofifah.ip, dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Operasi Modifikasi Cuaca
Jadi kesimpulannya, OMC adalah singkatan dari Operasi Modifikasi Cuaca. Kegiatan ini akan digelar di Jatim hingga 31 Januari 2026.
Adapun upaya tersebut juga disebut sebagai salah satu strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan dukungan informasi dari BMKG, maka diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.***