
KabarJawa.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda – Sidoarjo kembali merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur.
Selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Minggu (26/4/2026) hingga Selasa (28/4/2026), masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem masa pancaroba, khususnya hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir.
Berdasarkan publikasi resmi BMKG pada Minggu pagi (26/4/2026) pukul 09.45 WIB, dinamika cuaca di Jawa Timur akan berfluktuasi secara signifikan dalam tiga hari ini. Puncak kewaspadaan terhadap sambaran petir difokuskan pada hari Senin esok.
Berikut adalah rincian potensi cuaca di wilayah Jawa Timur untuk tiga hari ke depan:
Minggu, 26 April 2026
Untuk hari ini, tidak ada peringatan dini terkait hujan disertai petir maupun angin kencang. Namun, BMKG menetapkan status Waspada (Hujan Sedang – Lebat) untuk empat wilayah, yakni:
- Bondowoso
- Probolinggo
- Situbondo
- Sumenep
Senin, 27 April 2026
Memasuki awal pekan, cakupan cuaca ekstrem meluas secara signifikan. BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Hujan Disertai Petir untuk sejumlah wilayah strategis, meliputi:
Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Kota Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, dan Magetan.
Selain itu, puluhan kabupaten atau kota lainnya di Jawa Timur, termasuk Kota Malang dan Kota Mojokerto, berstatus Waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selasa, 28 April 2026
Intensitas petir diprediksi mulai mereda pada hari Selasa. Peringatan Dini Hujan Disertai Petir hanya difokuskan untuk wilayah Magetan.
Meskipun demikian, status Waspada hujan sedang hingga lebat masih menyelimuti sebagian besar wilayah Jawa Timur, mulai dari Bangkalan, Kediri, hingga Ponorogo.
Rekomendasi BMKG di Masa Pancaroba
Merespons potensi cuaca ekstrem yang kerap muncul mendadak setelah cuaca terik di siang hari, BMKG Juanda mengeluarkan empat rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah:
Tingkatkan Kewaspadaan
Selalu waspada terhadap potensi hujan deras berdurasi singkat, angin kencang, hingga puting beliung yang menjadi karakteristik cuaca masa pancaroba.
Manajemen Air
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau mulai menghemat penggunaan air. Sisa hujan di masa pancaroba ini sebaiknya dimanfaatkan untuk mengamankan cadangan air sebagai langkah antisipasi menjelang musim kemarau.
Jaga Kesehatan Diri
Cegah dehidrasi dengan memperbanyak minum air putih. Selain itu, gunakan masker saat kondisi berdebu dan aplikasikan sunscreen ataupun tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, BMKG setempat juga mengimbau warga masyarkat supaya terus perbarui informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Beberapa diantaranya seperti aplikasi Info BMKG, media sosial @infobmkgjuanda, situs web resmi hingga Call Center 196.***