
KabarJawa.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas insiden ambruknya atap asrama putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qadir Jailani, Situbondo, Jawa Timur.
Dalam pernyataannya di Tangerang pada Kamis, (30/10), Menag berharap kejadian tragis tersebut menjadi musibah terakhir yang menimpa lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
“Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” katanya, dilansir KabarJawa.com pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
Pemerintah akan Pastikan Pesantren Jadi Tempat Belajar yang Aman dan Layak
Dalam kesempatan yang sama, Menag menekankan komitmen pemerintah untuk hadir dan bertanggung jawab memastikan pesantren menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh santri.
Menag pun mengungkap bahwa pihaknya tidak ingin ada lagi musibah seperti ini. Ini diharapkan menjadi yang terakhir.
Ia menambahkan baha negara akan hadir memastikan pesantren menjadi tempat yang aman untuk menimba ilmu.
Kementerian Agama juga telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan, pendampingan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menangani dampak musibah tersebut. Langkah ini juga termasuk upaya pendataan kondisi fisik pesantren di berbagai daerah.
Koordinasi Antar Kementerian untuk Perbaikan Infrastruktur Pesantren
Sebagai tindak lanjut, Kemenag juga menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melakukan pendataan dan evaluasi terhadap infrastruktur pondok pesantren.
Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yag mana pondok pesantren akan menjadi prioritas perhatian pemerintah dari sisi keamanan dan kelayakan infrastruktur.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan dunia pendidikan keagamaan di Indonesia memiliki standar keselamatan yang tinggi.
Aturan Teknis Baru untuk Keselamatan Santri Sedang Disusun
Selain itu, Kementerian Agama kini juga tengah menyusun aturan teknis baru terkait pendirian dan pengelolaan pondok pesantren.
Aturan ini akan mencakup standar bangunan yang aman, tata kelola fasilitas, serta sistem pengawasan keselamatan santri.
Yang mana, nantinya ini tak berkaitan dengan pembatasan saja, tetapi guna memastikan keselamatan dan masa depan para santri. Pasalnya, pihak Kemenag ingin memastikan tidak ada lagi duka yang menimpa dunia pesantren.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dunia pesantren di Indonesia semakin kuat dan aman, tanpa harus kehilangan makna luhur sebagai tempat menimba ilmu agama dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.***