Kopdes Merah Putih di Jawa Timur Disebut Tak Geser Koperasi Lama, Pemprov Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekonomi Desa

Bagikan :
Ilustrasi Kopdes Merah Putih di Jawa Timur yang disebut tidak menggusur koperasi lokal (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur disebut tidak akan menggantikan koperasi-koperasi lokal yang selama ini telah berkembang dan berperan di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa program KDMP justru dirancang untuk memperkuat ekosistem koperasi yang sudah ada melalui kolaborasi dan integrasi potensi ekonomi desa.

Pemprov Jatim Pastikan KDMP Hadir sebagai Penguat Ekosistem Koperasi

Emil menegaskan bahwa kehadiran KDMP bukan untuk mengambil alih peran koperasi yang telah lebih dulu berjalan di berbagai sektor usaha masyarakat.

Menurutnya, koperasi yang telah terbukti berhasil dan memberikan manfaat bagi anggotanya justru akan menjadi bagian penting dalam ekosistem yang sedang dibangun pemerintah.

“Kalau sudah ada koperasi duluan di sana, misalnya nelayan sudah punya koperasi untuk bikin es, ya itu padukan bukan digantikan. Karena mereka sudah punya koperasi yang bagus. Begitu juga dengan peternak,” ujarnya tak lama ini.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan pemerintah adalah mengintegrasikan kekuatan yang sudah ada agar tercipta jaringan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Baca juga  PKH, BPNT, PIP hingga Beras 10 Kg: Bansos Lebaran 2025 Segera Cair

Dengan demikian, koperasi lama dan KDMP dapat saling melengkapi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Keberhasilan Program Sebelumnya Jadi Contoh Pengembangan KDMP

Dalam penjelasannya, Emil menyinggung keberhasilan program Kementerian Koperasi pada periode sebelumnya, salah satunya Tora Sera di Pondok Pesantren Paiton.

Program tersebut dinilai berhasil menghimpun dan mengonsolidasikan produk dari berbagai desa sehingga mampu menciptakan rantai distribusi yang lebih kuat.

Menurut Emil, model seperti itu dapat menjadi acuan bagi pengembangan KDMP di masa mendatang. Produk-produk yang telah berhasil dikumpulkan melalui program tersebut berpotensi menjadi pemasok bagi jaringan KDMP yang sedang dibangun.

“Fokus Kementerian Koperasi adalah membangun ekosistemnya. Bagaimana sebisa mungkin KDMP ini menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan dengan koperasi-koperasi yang sudah ada,” ujarnya.

Banyak KDMP di Jawa Timur Siap Beroperasi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah KDMP di berbagai wilayah telah memasuki tahap kesiapan operasional.

Meski program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dengan Agrinas sebagai sektor utama yang memimpin pelaksanaannya, Pemprov Jatim tetap aktif melakukan pendampingan dan pengawalan.

Baca juga  Evaluasi Tata Ruang Jawa Timur: Antisipasi Bencana Akibat Konversi Lahan Hijau

Emil mengatakan pemerintah daerah terus mengikuti perkembangan kebijakan pusat agar implementasi KDMP berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.

Selain itu, berbagai upaya pendampingan juga terus dilakukan untuk memastikan koperasi yang telah terbentuk dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dinas Koperasi terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Koperasi untuk memastikan integrasi potensi lokal berjalan mulus. Kita ingin KDMP ini benar-benar memberi dampak ekonomi kongkrit di masyarakat,” kata Emil.

Jumlah KDMP Siap Operasi Masih Menunggu Pengumuman Kementerian

Ketika ditanya mengenai jumlah pasti KDMP di Jawa Timur yang sudah benar-benar siap beroperasi secara penuh, Emil memilih tidak memberikan angka secara rinci.

Ia pun menilai informasi tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat untuk menyampaikannya kepada publik.

Menurutnya, proses persiapan masih berlangsung sehingga diperlukan waktu untuk memastikan seluruh aspek operasional dapat berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi.

“Itu kan nanti biar disampaikan oleh pihak Kementerian Koperasi ya, karena ini lagi tahap setup. Tentu kita tahu bahwa butuh waktu untuk memastikan,” katanya.

Baca juga  Terpilih Jadi WaGub Jatim 2025-2030, Ini Perjalanan Karir Emil Dardak

Sejumlah Desa Mulai Lakukan Sosialisasi Mandiri

Meski sebagian besar KDMP masih menunggu proses operasionalisasi resmi dari Agrinas, sejumlah desa disebut telah mengambil langkah proaktif untuk memperkenalkan program tersebut kepada masyarakat.

Emil mengungkapkan bahwa beberapa pengelola desa melakukan berbagai cara kreatif agar warga memahami fungsi dan manfaat KDMP.

Salah satu metode yang dilakukan adalah memanfaatkan kendaraan operasional sebagai sarana sosialisasi keliling.

“Ada juga yang memang kreatif, kemudian truknya dipakai untuk sosialisasi dengan speaker-speaker supaya masyarakat tahu KDMP. Ya, itu bagian dari kreasi yang menimbulkan reaksi publik yang variatif,” ujarnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya