Harga MinyaKita Melonjak dan Stok Langka di Pasar Anom Sumenep Menjelang Ramadhan 1446 H

Bagikan :
Harga MinyaKita Melonjak dan Stok Langka di Pasar Anom Sumenep Menjelang Ramadhan 1446 H
Harga MinyaKita Melonjak dan Stok Langka di Pasar Anom Sumenep Menjelang Ramadhan 1446 H(sumber gambar: ilustrasi: pinterest/Wiwik ddv)

Kabarjawa – Harga MinyaKita Melonjak! Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, para pedagang di Pasar Tradisional Anom, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan lonjakan harga minyak goreng bersubsidi MinyaKita.

Selain mahal, stok minyak ini pun sulit didapatkan melalui jalur distribusi resmi. Kondisi ini membuat pedagang terpaksa membeli dari tangan kedua dengan harga lebih tinggi, yang berimbas pada kenaikan harga jual di pasaran.

Harga MinyaKita Melejit, Pedagang Rugi

Pedagang di Pasar Anom mengaku kesulitan mendapatkan MinyaKita dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 174.000 per kardus atau Rp 15.700 per liter.

Sebagian besar pedagang harus membeli minyak tersebut dengan harga sekitar Rp 200.000 hingga Rp 202.000 per kardus, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk menjualnya sesuai HET.

Kondisi ini membuat harga MinyaKita di pasaran melonjak hingga Rp 18.500 per liter, jauh di atas harga yang seharusnya. Para pedagang mengeluhkan minimnya keuntungan yang didapat akibat harga kulakan yang tinggi, bahkan beberapa di antaranya harus menaikkan harga jual agar tidak mengalami kerugian.

Baca juga  Sejarah Pasar Tradisional di Jawa: Pusat Ekonomi, Budaya, dan Ruang Sosial Masyarakat

Stok MinyaKita di Distributor Resmi Kosong, Tapi Berlimpah di Sales Tak Resmi

Selain harga yang tinggi, para pedagang juga menghadapi masalah kelangkaan stok dari distributor resmi. Meskipun sudah memesan jauh-jauh hari, mereka kerap mendapatkan jawaban bahwa stok telah habis.

Namun, anehnya, saat mereka mencari di jalur tidak resmi atau sales lain, minyak ini justru tersedia dalam jumlah melimpah.

Praktik ini menimbulkan dugaan adanya permainan dalam distribusi MinyaKita, yang mengakibatkan pedagang kecil kesulitan mendapatkan barang dengan harga sesuai aturan.

Beberapa pedagang bahkan mengungkapkan bahwa mereka kerap dipaksa untuk membeli MinyaKita dengan sistem bundling, di mana mereka diwajibkan membeli minyak goreng merek lain yang kurang laku di pasaran. Jika menolak, mereka tidak bisa mendapatkan MinyaKita, atau harus membelinya dengan harga lebih mahal.

Pedagang Harap Pemerintah Bertindak

Para pedagang di Pasar Tradisional Anom berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini.

Mereka meminta adanya pengawasan ketat terhadap distribusi MinyaKita, terutama di tingkat produsen dan distributor resmi, agar tidak terjadi permainan harga dan kelangkaan stok yang merugikan pedagang kecil serta konsumen.

Baca juga  Rongga Bawah Tanah di Kalurahan Girikarto Kian Mengancam, BPBD Gunungkidul Tetapkan Rumah Warga Tak Layak Huni

Selain itu, mereka juga berharap agar pemerintah memastikan distribusi minyak subsidi ini berjalan dengan transparan dan tepat sasaran, sehingga masyarakat bisa mendapatkan MinyaKita dengan harga sesuai HET, khususnya menjelang bulan Ramadhan ketika kebutuhan minyak goreng meningkat.

Kenaikan harga dan kelangkaan MinyaKita di Pasar Tradisional Anom, Sumenep, menjadi masalah serius bagi para pedagang dan masyarakat. Sulitnya mendapatkan minyak bersubsidi ini dari jalur resmi, serta praktik bundling yang memberatkan, menunjukkan perlunya tindakan cepat dari pihak berwenang.

Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi MinyaKita agar harga tetap stabil dan pasokan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi minyak goreng.(Kabarjawa)

 

 

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya