
Kabarjawa – Baru-baru ini, dunia hiburan Tanah Air dihebohkan oleh kontroversi yang melibatkan penyanyi dangdut Mala Agatha. Video klip lagu “Iclik Cinta” yang berlatar di Perpustakaan Nasional Bung Karno, Blitar, menjadi sorotan publik hingga berujung pemanggilan polisi.
Tak hanya itu, kecaman dari berbagai pihak pun berdatangan akibat video tersebut dianggap tidak pantas dilakukan di lokasi yang sarat akan nilai sejarah.
1. Pemanggilan Polisi: Mala Agatha Hadir, Icha Cellow Absen
Pihak Satreskrim Polres Blitar Kota memanggil dua penyanyi yang terlibat dalam pembuatan video tersebut, yakni Mala Agatha dan Icha Cellow.
Namun, hanya Mala Agatha yang memenuhi panggilan polisi bersama manajemennya pada Sabtu, 15 Maret 2025. Ia dimintai keterangan seputar proses pembuatan video klip yang kini telah dihapus dari platform digital.
2. Syuting Dilakukan Tanpa Izin Resmi
Salah satu pemicu utama kontroversi ini adalah proses pembuatan video yang dilakukan tanpa izin dari pihak Perpusnas Bung Karno.
Keberadaan video klip tersebut pertama kali diketahui oleh pihak perpustakaan melalui laporan warganet yang mengirim pesan langsung (DM) di Instagram. Hal ini memantik kekecewaan mendalam karena tempat tersebut memiliki nilai sejarah tinggi.
3. Permintaan Maaf Publik dari Mala Agatha
Setelah menuai kritik, Mala Agatha segera merilis video permintaan maaf di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan penyesalannya kepada pihak Perpusnas Bung Karno, warga Blitar, dan masyarakat Indonesia secara umum.
Aksi ini mendapat respons beragam dari netizen, ada yang memaafkan, namun tak sedikit pula yang tetap mengecam.
4. Video Kontroversial Diturunkan
Manajemen Mala Agatha mengambil langkah cepat dengan menghapus video tersebut dari kanal YouTube dan menggantinya dengan versi lain yang tidak menggunakan latar Perpusnas Bung Karno.
Mereka juga memastikan telah meminta maaf secara langsung kepada pihak terkait dan berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan.
5. GMNI Blitar Turun Tangan dan Melapor ke Polisi
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar turut ambil sikap dengan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
Mereka menilai tindakan yang dilakukan oleh Mala Agatha dan timnya telah mencederai nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Perpusnas Bung Karno. Bagi mereka, makam Bung Karno adalah simbol perjuangan yang harus dijaga kesuciannya.
Kontroversi video klip “Iclik Cinta” yang menggunakan Perpusnas Bung Karno sebagai latar tanpa izin menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menghormati tempat-tempat bersejarah.
Tindakan cepat berupa permintaan maaf dan penghapusan video dari pihak Mala Agatha diharapkan mampu meredam kemarahan publik dan memulihkan citra yang sempat tercoreng.
Ke depan, semoga kejadian serupa tidak terulang, dan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai sejarah bisa terus ditanamkan di setiap generasi.(Kabarjawa)