
KabarJawa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah (Jateng).
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, BMKG memprediksi peningkatan intensitas hujan lebat, petir, dan angin kencang akan terjadi dalam tiga hari ke depan, yakni tanggal 22 hingga 24 Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga gangguan jarak pandang pada sektor transportasi.
Penyebab Cuaca Ekstrem – “Kepungan” Fenomena Atmosfer
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa cuaca buruk sepekan ke depan dipicu oleh kombinasi berbagai fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.
Pertama yaitu mengenai adanya bibit Siklon Tropis 97S. Hal ini terpantau di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin 15 knot. Pergerakannya memicu pembentukan awan hujan masif di wilayah selatan Indonesia (termasuk Jawa).
“Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” kata Andri, dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 21 Januari 2026.
Kemudian ada pula faktor lain yaitu menguatnya angin dari daratan Asia yang membawa hawa dingin (seruakan dingin) hingga 23 Januari 2026.
Selain itu, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Kelvin yang memperkuat pembentukan awan badai Cumulonimbus.
Kombinasi seluruh faktor ini disebut secara aktif memicu potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah terdampak.
Peta Sebaran Wilayah Terdampak (22-24 Januari)
Berdasarkan pengumuman resmi BMKG, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang konsisten masuk dalam radar waspada selama tiga hari berturut-turut. Berikut rincian wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
- 22 Januari 2026: Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
- 23 Januari 2026: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.
- 24 Januari 2026: Fokus intensitas cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Imbauan BMKG
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama bagi mereka yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan atau perjalanan jauh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” ucapnya.
“Dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana,” lanjutnya.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca sangat dinamis dan dapat berubah cepat. Masyarakat diharapkan rutin memantau info cuaca terkini sebelum bepergian, baik melalui darat, laut, maupun udara.***