Pemkab Rembang Targetkan Produktivitas Tebu Naik hingga 90 Ton per Hektare pada 2026

Bagikan :
Ilustrasi produktivitas tebu di Rembang (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat pengembangan komoditas tebu sebagai salah satu sektor unggulan pertanian daerah.

Melalui berbagai program peningkatan produktivitas yang dijalankan pada 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen tebu meningkat hingga mencapai 80-90 ton per hektare.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kantornya pada Kamis, 9 Juli 2026 yang lalu.

Menurutnya, pengembangan sektor tebu menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat berbasis pertanian.

Luas Lahan Tebu di Rembang Capai Ribuan Hektare

Kabupaten Rembang saat ini memiliki areal perkebunan tebu yang cukup luas. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan, luas lahan tebu untuk produksi gula kristal mencapai sekitar 6.800 hektare.

Selain itu, terdapat sekitar 1.900 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk produksi gula tumbu.

Luasan tersebut menjadi potensi besar bagi Kabupaten Rembang dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil tebu di Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari ini : Semarang, Solo dan Purwokerto

Dengan potensi lahan yang tersedia, pemerintah daerah terus mengupayakan berbagai langkah agar produktivitas tanaman tebu semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Program Bongkar Ratun Dilanjutkan pada 2026

Salah satu program yang kembali dijalankan pada 2026 adalah bongkar ratun. Program ini dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang produktivitasnya telah menurun menggunakan bibit baru yang memiliki potensi hasil panen lebih tinggi.

Agus menjelaskan bahwa program tersebut telah memberikan dasar yang baik untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu.

“Tahun 2025 lalu, kegiatan bongkar ratun mencapai 2.045 hektare. Sebelumnya produktivitas rata-rata hanya sekitar 50 sampai 60 ton per hektare,” ucapnya.

Melalui penggantian tanaman lama dengan bibit unggul, pemerintah berharap hasil produksi tebu di Kabupaten Rembang dapat meningkat secara signifikan dibandingkan sebelumnya.

Target Produktivitas Meningkat hingga 90 Ton per Hektare

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menargetkan peningkatan produktivitas tebu hingga mencapai kisaran 80 sampai 90 ton per hektare.

Selain peningkatan hasil panen, program tersebut juga diarahkan untuk mencapai rendemen sekitar 7,5 persen. Target tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor perkebunan tebu sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi petani.

Baca juga  Kharisma Swalayan Petanahan Bagikan 2.800 Paket Sembako dalam Bakti Ramadhan 2025

Peningkatan produktivitas diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani, sehingga kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian juga ikut meningkat.

Menurut Agus, keberhasilan program peningkatan produktivitas akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Rembang sebagai salah satu sentra penghasil tebu di Jawa Tengah.

Kebutuhan Traktor Masih Menjadi Tantangan

Di balik berbagai upaya peningkatan produksi, pengembangan komoditas tebu di Kabupaten Rembang masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan alat dan mesin pertanian, terutama kebutuhan traktor roda empat (TR4) yang masih cukup tinggi.

Peralatan tersebut dinilai penting untuk mendukung proses pengolahan lahan agar lebih efektif dan efisien.

Agus mengatakan pihaknya telah mengusulkan tambahan bantuan traktor roda empat guna memenuhi kebutuhan petani tebu di wilayah Rembang.

“Kami mengusulkan tambahan bantuan TR4, karena kebutuhan petani masih cukup tinggi untuk mendukung pengembangan tebu di Rembang,” ujarnya.

Penambahan alat pertanian tersebut diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya tanaman tebu.

Optimistis Kontribusi Tebu Terus Meningkat bagi Perekonomian Daerah

Pemerintah Kabupaten Rembang optimistis berbagai program budidaya yang disertai penguatan sarana pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan.

Baca juga  Gubernur Jateng Dorong Desa Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis

Dengan hasil panen yang semakin tinggi dan dukungan fasilitas pertanian yang memadai, sektor tebu diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan sektor pertanian maupun perekonomian daerah.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Rembang.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya