
Kabarjawa – Menjelang arus mudik Idul Fitri 2025, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan utama. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik yang melintasi jalur-jalur vital di daerah tersebut.
Dengan mengerahkan alat berat dan puluhan pekerja, Pemkab Banyuwangi berupaya merampungkan proyek perbaikan sebelum puncak mudik Lebaran.
Perbaikan Jalan di Jalur Utama dan Alternatif
Salah satu fokus utama perbaikan adalah Jalan Sayu Wiwit di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, yang menjadi akses penting menuju Pelabuhan Ketapang.
Sepanjang 300 meter jalan berlubang kini telah ditambal menggunakan aspal hotmix bercampur kerikil. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur menjelang libur Lebaran.
Pemkab Banyuwangi menargetkan perbaikan di 6.000 titik jalan hingga Lebaran. Saat ini, lebih dari 1.200 titik sudah diperbaiki oleh Satuan Tugas (Satgas) Jalan Berlubang dari Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PUCKPP) Kabupaten Banyuwangi.
Proses perbaikan ini melibatkan empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang tersebar di wilayah Banyuwangi, Bangorejo, Rogojampi, dan Genteng.
Prioritas Jalur Padat dan Respon Cepat Laporan Warga
Perbaikan ini difokuskan pada jalur-jalur padat serta rute alternatif yang sering digunakan pemudik. Selain itu, Satgas Jalan Berlubang siap merespons cepat laporan masyarakat terkait kerusakan jalan untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Hingga kini, sebanyak 1.148 lubang di 45 ruas jalan telah berhasil ditambal. Di Boyolangu, beberapa ruas jalan mendapatkan perbaikan lebih mendalam dengan metode overlay untuk meningkatkan daya tahan jalan.
Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Tak hanya fokus pada perbaikan jalan menjelang Lebaran, Pemkab Banyuwangi juga melanjutkan pembangunan infrastruktur baru sepanjang 2025. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, proyek pembangunan akan dilakukan dengan skala prioritas.
Setiap UPTD mengerahkan dua tim untuk berkeliling melakukan penambalan jalan, sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran. Proses perbaikan ini ditargetkan selesai hingga H-3 Lebaran dan akan dilanjutkan kembali setelah Lebaran hingga akhir tahun.
Percepatan perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi menjadi langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
Dengan fokus pada jalur utama dan alternatif serta pembangunan berkelanjutan, diharapkan infrastruktur jalan di Banyuwangi semakin aman dan nyaman bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan menjadi kunci keberhasilan program ini.(Kabarjawa)