
Bantul, KabarJawa.com – Kebakaran melanda area gudang produksi dan ruang oven pabrik pengolahan bambu The Bamboo di Dusun Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Sabtu (25/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian akibat ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Kebakaran pabrik yang diketahu milik Erwin Wijaya (47) itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sekitar pukul 15.30 WIB seorang pekerja yang sedang mengangkut potongan kayu melihat kepulan asap hitam dari ruangan di sebelah ruang oven. Pekerja tersebut kemudian memeriksa sumber asap dan membuka pintu geser ruangan.
Saat pintu dibuka, api telah membesar. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dilakukan, tetapi tidak berhasil karena api dengan cepat merambat ke material bambu yang berada di sekitar lokasi. Para pekerja kemudian berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih berada di sekitar area kebakaran sebelum api semakin meluas.
Petugas gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan penanganan. Pemadaman melibatkan satu kendaraan Tagana, satu kendaraan PMI, dua kendaraan BPBD Kabupaten Bantul, serta dua mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman juga dibantu personel Polsek Pleret dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat.
Setelah berjibaku cukup lama, spi akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 19.25 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 19.35 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari tungku oven yang digunakan dalam proses produksi pengolahan bambu. Untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, kepolisian telah mendatangkan Tim Inafis Polres Bantul guna melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kebakaran di pabrik pengolahan bambu di wilayah Pleret tersebut.
“Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan awal di lokasi, api diduga berasal dari tungku oven produksi yang masih menyala. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar,” ungkap Iptu Rita.
Polisi mengingatkan pelaku usaha, terutama yang menggunakan tungku, oven, maupun peralatan dengan sumber api dalam proses produksi, agar meningkatkan pengawasan terhadap perangkat kerja.
Pemeriksaan berkala terhadap instalasi dan peralatan produksi juga dinilai penting untuk mencegah potensi kebakaran. Selain itu, seluruh sumber api perlu dipastikan telah benar-benar padam setelah kegiatan operasional selesai.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya pada tempat usaha yang menyimpan material mudah terbakar seperti bambu dan kayu.***