Pekerja Bangunan Bantul Mendadak Meninggal di Galian Lobang, Begini Kronologinya

Bagikan :
Seorang pekerja bangunan di Bantul ditemukan meninggal dunia di lubang galian, berikut kronologi lengkapnya, foto ilustrasi (Pexels// Filipe Delgado)

KABAR JAWA – Siang hari di Dusun Gatak, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, suasana proyek pembangunan ruko mendadak berubah menjadi mencekam.

Sabtu 19 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 waktu Indonesia bagian barat, seorang pekerja bangunan bernama Suwandi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar lubang pondasi yang sedang ia gali.

Pria berusia empat puluh empat tahun tersebut merupakan warga Jasem, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Ia bekerja sebagai buruh bangunan dalam proyek pembuatan ruko tersebut bersama dua orang rekan lainnya.

Kronologi Kejadian sebelum Korban Ditemukan Meninggal

Kasi Humas Kepolisian Resor Bantul, Ajun Komisaris Polisi I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa Suwandi bersama dua rekannya telah bekerja di lokasi proyek itu selama empat hari.

Pada hari kejadian, mereka mulai bekerja sejak pukul delapan pagi seperti biasa.

Saat jam istirahat siang, korban masih terlihat dalam kondisi normal. Ia bahkan masih makan dan beristirahat seperti pekerja lainnya.

Namun situasi berubah menjelang sore. Sekitar pukul tiga sore, salah satu rekan kerja Suwandi yang disebut sebagai saksi satu, melihat korban dalam posisi duduk diam di dasar lubang galian pondasi sedalam satu meter enam puluh sentimeter.

Baca juga  Penipuan Berkedok Bisnis Waralaba di Kulon Progo, Warga Bantul Ditangkap Polisi

Awalnya, saksi mengira Suwandi sedang beristirahat sejenak. Tetapi setelah beberapa saat, ia menyadari bahwa Suwandi tidak memberikan respons saat dipanggil.

“Korban bersama saksi 1 dan saksi 2 mulai bekerja sejak pukul 08.00 WIB pagi itu. Saat istirahat siang, korban masih sempat makan dan istirahat seperti biasa,” ucap Jeffry dilansir dari TuguJogja.id pada Minggu, 20 Juli 2025.

Saksi satu kemudian memanggil saksi dua untuk memastikan kondisi korban.

Mereka bersama-sama turun ke dasar lubang dan mencoba mengguncang tubuh Suwandi.

Sayangnya, tidak ada respons sama sekali. Korban tidak bergerak dan tubuhnya mulai kaku.

Pemeriksaan oleh Pihak Berwenang dan Petugas Medis

Mengetahui kondisi tersebut, kedua saksi langsung menghubungi Kepolisian Sektor Kasihan untuk melaporkan kejadian.

Tidak lama kemudian, Tim Identifikasi dari Polres Bantul beserta tenaga medis dari Puskesmas Kasihan I tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa Suwandi telah meninggal dunia kurang dari tiga jam sebelum ditemukan.

Tanda-tanda yang tampak adalah tangan yang sudah mulai kaku sebagian dan mata yang terbuka lebar.

Baca juga  SMP Kemala Bhayangkari Hadir di Karanganyar, Usung Konsep Sekolah Modern dan Inovatif

Tidak ditemukan adanya bekas luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga kemungkinan besar korban meninggal bukan karena tindakan kriminal.

Riwayat Penyakit dan Pernyataan Keluarga

Di lokasi kejadian, salah satu anggota keluarga korban menyampaikan bahwa malam sebelum kejadian, Suwandi sempat mengeluh merasa pusing kepada istrinya.

Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit gula atau diabetes yang sudah lama ia derita.

““Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menyalahkan pihak mana pun,” kata Jeffry.

Jenazah Suwandi kemudian dibawa ke rumah duka di daerah Piyungan, Kabupaten Bantul, untuk proses pemakaman.

Para pekerja lain di proyek pembangunan ruko tersebut mengaku sangat terpukul. Tidak ada yang menyangka bahwa rekan kerja mereka itu meninggal dunia secara tiba-tiba.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid