
Kabarjawa – Fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di Sleman, Yogyakarta. Siang ini, hujan es dilaporkan melanda beberapa wilayah di kabupaten tersebut, menyebabkan kerusakan pada bangunan dan pepohonan.
Kejadian ini mengundang perhatian warga karena berlangsung secara tiba-tiba setelah cuaca yang sebelumnya cerah dan terik. Berikut ini laporan dari berbagai daerah yang terdampak hujan es di Sleman.
Hujan Es di Ngaglik, Sleman
Salah satu wilayah yang terdampak hujan es adalah Lojajar, Ngaglik. Seorang warga bernama Eki Ardita melaporkan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, langit yang awalnya cerah tiba-tiba berubah mendung dan turun hujan deras disertai angin kencang.
Tak lama kemudian, terdengar suara benda kecil berjatuhan, yang ternyata merupakan butiran es.Hujan es berlangsung selama kurang lebih 10 menit, cukup untuk menyebabkan kerusakan.
Eki menyebutkan bahwa atap rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang roboh akibat angin kencang yang menyertai hujan es tersebut.
Fenomena Serupa di Wilayah Kampus UGM
Selain di Ngaglik, hujan es juga dilaporkan terjadi di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Astri, staf Humas UGM, menyebutkan bahwa hujan es di kawasan kampus berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB.
Butiran es yang turun berukuran sebesar kerikil dan berlangsung selama beberapa menit sebelum kembali berubah menjadi hujan deras biasa.
Hujan Es di Pogung dan Mlati
Eko, seorang warga yang sedang berada di Pogung, Mlati, juga melaporkan kejadian serupa. Hujan es di wilayah ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah langit yang awalnya terang tiba-tiba menjadi gelap. Hujan es berlangsung sekitar 10 menit dengan ukuran butiran es sebesar kuku orang dewasa.
Meskipun durasi hujan es relatif singkat, dampak yang ditimbulkan cukup mengkhawatirkan. Hingga berita ini ditulis, hujan deras masih berlangsung di beberapa wilayah Sleman.
Wilayah Gamping Juga Terdampak
Fenomena hujan es juga terjadi di wilayah Gamping, tepatnya di Trihanggo. Seorang warga bernama Miftahudin melaporkan bahwa sekitar pukul 15.20 WIB, angin kencang mulai bertiup di kawasan tersebut sebelum akhirnya turun hujan es.
Dampaknya, atap kanopi rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa butiran es yang cukup besar. Di wilayah ini, hujan es berlangsung sekitar 15 menit.
Hujan es yang terjadi di beberapa wilayah Sleman ini menunjukkan betapa cuaca ekstrem bisa datang secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari BPBD Sleman atau instansi terkait mengenai dampak lebih lanjut dari kejadian ini.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu serta mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghindari risiko yang lebih besar.(Kabarjawa)