
Kabarjawa – Perambahan hutan di Pegunungan Rogojembangan, yang mencakup wilayah Kecamatan Wanayasa dan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, menjadi perhatian serius warga setempat.
Konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang mengkhawatirkan, termasuk ancaman banjir bandang, longsor, dan krisis air bersih.
Warga mengadu kepada Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, untuk segera mengambil langkah penyelamatan lingkungan.
Dampak Perambahan Hutan di Pegunungan Rogojembangan
Salah satu warga Karangkobar, Slamet, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan di kawasan tersebut telah mengalami kerusakan yang signifikan akibat perambahan hutan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Puluhan hektare hutan berubah menjadi lahan pertanian, menyebabkan gangguan ekosistem yang berimbas pada kehidupan masyarakat sekitar.
Dampak utama yang dirasakan adalah hilangnya sumber mata air yang sebelumnya digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Banyak mata air yang mengering, sementara sebagian lainnya mengalami pencemaran, memaksa warga untuk menggunakan air yang tidak layak konsumsi.
Selain itu, ketika hujan turun, aliran air dari daerah perbukitan tidak lagi tertahan oleh vegetasi alami, sehingga berujung pada bencana banjir bandang dan meningkatkan risiko longsor di permukiman warga.
Desakan Warga dan Aktivis Konservasi
Aktivis konservasi sumber daya alam Banjarnegara, Farid M, menambahkan bahwa dampak dari perambahan hutan ini telah dirasakan oleh tujuh desa di Kecamatan Wanayasa dan Karangkobar.
Ia menyoroti perubahan vegetasi dari hutan tanaman keras menjadi lahan pertanian sayuran sebagai pemicu utama bencana alam di wilayah tersebut.
Masyarakat setempat berharap agar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara segera bertindak untuk menghentikan aktivitas perambahan hutan sebelum dampaknya semakin meluas.
Farid juga mendesak agar laporan kondisi lingkungan ini segera diteruskan ke pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan solusi yang lebih komprehensif.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Menanggapi keluhan warga, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, berjanji akan segera mengambil langkah konkret.
Salah satu upaya awal yang akan dilakukan adalah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan inventarisasi dan kajian mendalam terkait kondisi di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan membantu warga dalam menyusun laporan resmi yang dilengkapi dengan dokumen pendukung.
Laporan ini akan diajukan ke tingkat pemerintah yang lebih tinggi guna mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat dalam mengatasi perambahan hutan serta dampak lingkungan yang diakibatkannya.
Perambahan hutan di Pegunungan Rogojembangan telah menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan yang serius bagi warga Banjarnegara.
Hilangnya sumber mata air, ancaman banjir bandang, dan potensi longsor menjadi bukti nyata dampak dari perubahan fungsi hutan menjadi lahan pertanian.
Warga dan aktivis lingkungan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dengan adanya respons dari pemerintah daerah, diharapkan solusi yang tepat dapat segera diterapkan demi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.(Kabarjawa)