Hutan Rogojembangan Beralih Jadi Lahan Pertanian, Warga Banjarnegara Keluhkan Dampak Lingkungan

Bagikan :
Hutan Rogojembangan Beralih Jadi Lahan Pertanian, Warga Banjarnegara Keluhkan Dampak Lingkungan
Hutan Rogojembangan Beralih Jadi Lahan Pertanian, Warga Banjarnegara Keluhkan Dampak Lingkungan(Sumber gambar: ilustrasi: pinterest/Dwiki Adam)

Kabarjawa – Perambahan hutan di Pegunungan Rogojembangan, yang mencakup wilayah Kecamatan Wanayasa dan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, menjadi perhatian serius warga setempat.

Konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang mengkhawatirkan, termasuk ancaman banjir bandang, longsor, dan krisis air bersih.

Warga mengadu kepada Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, untuk segera mengambil langkah penyelamatan lingkungan.

Dampak Perambahan Hutan di Pegunungan Rogojembangan

Salah satu warga Karangkobar, Slamet, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan di kawasan tersebut telah mengalami kerusakan yang signifikan akibat perambahan hutan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Puluhan hektare hutan berubah menjadi lahan pertanian, menyebabkan gangguan ekosistem yang berimbas pada kehidupan masyarakat sekitar.

Dampak utama yang dirasakan adalah hilangnya sumber mata air yang sebelumnya digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Banyak mata air yang mengering, sementara sebagian lainnya mengalami pencemaran, memaksa warga untuk menggunakan air yang tidak layak konsumsi.

Selain itu, ketika hujan turun, aliran air dari daerah perbukitan tidak lagi tertahan oleh vegetasi alami, sehingga berujung pada bencana banjir bandang dan meningkatkan risiko longsor di permukiman warga.

Baca juga  Harga MinyaKita Melonjak dan Stok Langka di Pasar Anom Sumenep Menjelang Ramadhan 1446 H

Desakan Warga dan Aktivis Konservasi

Aktivis konservasi sumber daya alam Banjarnegara, Farid M, menambahkan bahwa dampak dari perambahan hutan ini telah dirasakan oleh tujuh desa di Kecamatan Wanayasa dan Karangkobar.

Ia menyoroti perubahan vegetasi dari hutan tanaman keras menjadi lahan pertanian sayuran sebagai pemicu utama bencana alam di wilayah tersebut.

Masyarakat setempat berharap agar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara segera bertindak untuk menghentikan aktivitas perambahan hutan sebelum dampaknya semakin meluas.

Farid juga mendesak agar laporan kondisi lingkungan ini segera diteruskan ke pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan solusi yang lebih komprehensif.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Menanggapi keluhan warga, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, berjanji akan segera mengambil langkah konkret.

Salah satu upaya awal yang akan dilakukan adalah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan inventarisasi dan kajian mendalam terkait kondisi di lapangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan membantu warga dalam menyusun laporan resmi yang dilengkapi dengan dokumen pendukung.

Laporan ini akan diajukan ke tingkat pemerintah yang lebih tinggi guna mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat dalam mengatasi perambahan hutan serta dampak lingkungan yang diakibatkannya.

Baca juga  Gunung Semeru Kembali Erupsi: Kolom Abu Capai 1.200 Meter, Warga Diminta Waspada

Perambahan hutan di Pegunungan Rogojembangan telah menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan yang serius bagi warga Banjarnegara.

Hilangnya sumber mata air, ancaman banjir bandang, dan potensi longsor menjadi bukti nyata dampak dari perubahan fungsi hutan menjadi lahan pertanian.

Warga dan aktivis lingkungan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dengan adanya respons dari pemerintah daerah, diharapkan solusi yang tepat dapat segera diterapkan demi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid