Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja 2024 Tembus Rp 2,9 Juta, Pengeluaran Terbesar untuk Makan

Bagikan :
Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja 2024 Tembus Rp 2,9 Juta, Pengeluaran Terbesar untuk Makan
Sumber Gambar: Pixabay/ds_30

Kabarjawa – Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja telah lama dikenal sebagai kota pelajar dengan biaya hidup yang relatif terjangkau. Namun, survei terbaru menunjukkan bahwa biaya hidup mahasiswa di Jogja ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2024, rata-rata pengeluaran mahasiswa di Jogja menembus angka Rp 2,9 juta per bulan, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk kebutuhan makan dan minum. Bagaimana rincian pengeluaran tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

Biaya Hidup Mahasiswa Jogja Tahun 2024

Berdasarkan survei Biaya Hidup Mahasiswa (SBHM) 2024 yang dilakukan oleh Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSEKUIN) UPN Veteran Jogja dan Bank Indonesia (BI), rata-rata pengeluaran mahasiswa Jogja mencapai Rp 2.966.514 per bulan.

Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan survei tahun 2020 yang mencatat rata-rata pengeluaran sebesar Rp 2.917.264.

Survei ini dilakukan dengan metode kuesioner tatap muka langsung terhadap 2.000 mahasiswa dari 43 perguruan tinggi di Jogja, yang mencakup universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi.

Baca juga  Juda Agung Resmi Diangkat Jadi Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio Bank Indonesia

Dengan margin of error 2,23%, hasil survei ini memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai pola pengeluaran mahasiswa di Jogja.

Pengeluaran Terbesar

Dari total pengeluaran mahasiswa Jogja, konsumsi makan dan minum menjadi pos terbesar dengan porsi mencapai 26% dari keseluruhan biaya hidup. Rata-rata mahasiswa menghabiskan sekitar Rp 17.000 untuk sekali makan, dengan rentang harga mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 35.000.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Jogja memiliki banyak pilihan makanan murah, ada juga variasi harga yang cukup lebar.

Jika dihitung secara bulanan, mahasiswa asal Pulau Jawa mengalokasikan sekitar Rp 700.000 untuk makan, sedangkan mahasiswa asal Sumatra memiliki pengeluaran lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 900.000 per bulan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pola konsumsi mahasiswa dari berbagai daerah memiliki variasi tersendiri.

Pengeluaran Lainnya: Gaya Hidup dan Tempat Tinggal

Selain makan dan minum, pengeluaran terbesar kedua mahasiswa Jogja adalah untuk gaya hidup, yang mencakup 23% dari total biaya hidup.

Tren ini mulai terlihat sejak survei tahun 2020, di mana gaya hidup naik ke posisi kedua setelah sebelumnya berada di bawah pengeluaran untuk tempat tinggal.

Baca juga  Inspektorat Kota Yogyakarta Beri Catatan Strategis Pengelolaan Belanja hingga PAD, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Berkualitas

Sementara itu, biaya sewa tempat tinggal atau kos menyumbang sekitar 22% dari total pengeluaran. Kenaikan harga sewa kos di beberapa wilayah strategis di Jogja juga menjadi faktor yang memengaruhi besarnya biaya hidup mahasiswa.

Komponen Biaya Hidup Lainnya

Selain tiga pengeluaran utama tersebut, mahasiswa di Jogja juga mengalokasikan dana untuk transportasi, komunikasi dan informasi, kesehatan, serta rekreasi.

Meskipun porsi pengeluaran ini tidak sebesar makan, gaya hidup, dan tempat tinggal, tetap menjadi bagian penting dalam keseharian mahasiswa.

Survei SBHM 2024 menunjukkan bahwa biaya hidup mahasiswa di Jogja mengalami kenaikan, dengan rata-rata pengeluaran mencapai hampir Rp 3 juta per bulan. Makan dan minum menjadi pengeluaran terbesar, diikuti oleh gaya hidup dan tempat tinggal.

Perbedaan asal daerah juga berpengaruh pada pola konsumsi mahasiswa, di mana mahasiswa asal Sumatra cenderung memiliki pengeluaran makan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa asal Jawa.

Dengan semakin meningkatnya biaya hidup, mahasiswa diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa mengalami kesulitan finansial.(Kabarjawa)

Baca juga  Transaksi BI Fast Error Hari Ini? Bank Indonesia Beri Penjelasan

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid